Good bye 2016, Hello 2017

For 2016, I would like to discover many skills by stepping outside my comfort zone, enjoying life, more grateful, and be happier.

~~Gue, di “Happy First Anniversary, My Blog!”

Memutuskan mengambil lisence open water dive bisa dibilang salah satu perwujudan resolusi tahun 2016.

Kalau dipikir-pikir, ngapain juga ambil lisence diving. Pertama nih, paling basic, bernapas pake mulut. Itu aja menjadi adaptasi tersendiri. Belum adaptasi dengan peralatannya yang ga ringan dan ga mudah.. Belum lagi ada banyak skill dan aturan yang mesti dikuasai untuk bisa menyelam dengan baik dan benar. Maklum yaa, menyelam ini olahraga paling beresiko nomor dua setelah terjun payung. Lalai dikit, fatal akibatnya.

Kedua, peralatannya men! Berat, ribet, mahal! Phew!!

Tapi sekalinya udah ngantongin license, duh ti ati banget, bisa ketagihan. Kalau dua bulan ga nyelem, bisa sakaw parah! Hahahaa.. I wanna blame it on youuu, Rendy!! Pria yang dengan semangatnya mendorong saya untuk ambil license sebelum trip ke Wakatobi. Dive com dan regulator for seserahan pliss!

img_3930

#BestNine2016 ala Instagram @Adzaniah

Terbukti kalau flashback ke belakang, trip yang saya lalui didominasi dengan trip diving dan business trip. Divetrip 2016 diantaranya, saya ke Pulau Sepa (Kab. Kepulauan Seribu) untuk ujian Open Water, ke Pulau Wangiwangi dan Pulau Tomia (Wakatobi, Sulawesi) pengalaman dive trip pertama setelah pegang license OW diver, ke Pulau Genteng Kecil (Kab. Kepulauan Seribu) untuk family trip skalian jajal diving lagi, ke Gili Trawangan (Lombok, NTB) dan Pulau Pramuka (Kab. Kepulauan Seribu) untuk divetrip lagi. Total ada LIMA dive trip di sepanjang 2016.

img_5431

Gear up di Genteng Kecil

DCIM102GOPROG0064031.

After dive di Pulau Pramuka

img_0126

Menyelam di Tomia

img_8848

Leaving home from Lombok

DCIM102GOPROGOPR2934.

After dive di Gili Trawangan

Diantara divetrip, terselip juga bepergian ke Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta untuk business trip, hahaha…

Untuk semua yang sudah terlalui di 2016…

Alhamdulillah untuk trip yang selalu mengesankan sepanjang tahun 2016. Alhamdulillah untuk office mates yang makin kompak dan makin asik.

Alhamdulillah untuk keluarga yang selalu mendukung apa yang saya lakukan di sepanjang tahun. Alhamdulillah untuk teman-teman yang selalu ada 🙂 Alhamdulillah untuk pasangan yang diketemukan di awal tahun dan memberi warna di sepanjang tahun 2016. Iya, ini lagi bahas kamu yang bikin aku tongpes sejak ikutin saran kamu ambil license diving, hahahaa…

Harapan yang ideal untuk 2017, semoga segala target di tahun 2017 bisa tercapai, more advance in everything 🙂

Ya, setidaknya bisa kayak tahun 2016 kemarin laah, bisa keluar lagi dari comfort zone, makin nikmatin hidup, makin banyak bersyukur, dan makin berbahagia 🙂

Amin!

Oh, and Happy 2nd Anniversary, My Blog! 🙂

Advertisements

Itinerary Divetrip ke Wakatobi (Tomia Island), Indonesia

Kali ini saya akan bercerita mengenai detail itinerary dan juga biaya yang saya habiskan untuk trip diving ke Wakatobi. Jika ingin menduplikasi trip saya tapi gak pake diving, ya tinggal dikurangi saja biaya divingnya, hehehe… Untuk spot snorkeling kurang lebih sama dengan spot diving, beda kedalaman dan perlengkapannya saja, hehe..

Saya bersama 15 teman jalan saya menggunakan operator travel Kakaban Trip (KT) untuk keseluruhan wisatanya, sedangkan divingnya bekerja sama dengan Tomia Scuba Dive (TSD). Ini kali ketiga kami bekerjasama dengan KT (sebelumnya trip ke Kepulauan Komodo dan Pulau Kei Kecil, rincian kedua trip tersebut bisa dibaca pada postingan saya sebelumnya). Kalau mau kontak ke Kakaban Trip bisa via Instagramnya @KakabanTrip atau ke Tomia Scuba Dive bisa langsung Whatsapp or telp ke dr Yudi +6282187877751 atau check on http://www.tomiascubadive.com

Trip ini sudah kami rencanakan sejak November 2015 silam (kira-kira 6 bulan sebelum keberangkatan). Perencanaan dan booking dari jauh hari sangat disarankan, apalagi jika berencana trip di tanggal long weekend/high season! Karena di Pulau Tomia belum banyak penginapan. Siapa cepat dia dapat. Kami nyaris tidak mendapatkan penginapan. Akhirnya kami ber 16 ini pun harus rela dibagi dua kelompok yang diinapkan di dua penginapan yang berbeda.

Satu hal yang rada saya sesali di trip ini adalah saat itu saya kurang optimal mempersiapkan camera gear! Padahal…duh, viewnya breathtaking banget! So, saya sarankan, kalau DSLR atau mirror-less terlalu serius or berat buat lu ajak serta, paling tidak bawalah GoPro atau action-cam merek lainnya. Aselik, gak bawah lautnya, ga atas langitnya……phew! TOP MARKOTOB!! 😀

Biaya trip ke wakatobi ini dibanderol oleh KT sebesar 5,750,000 (tidak termasuk tiket pesawat PP). Memang kami yang meminta agar biaya trip di luar tiket pesawat agar kami lebih leluasa mengatur jam dan maskapai serta luwes menyesuaikan dengan agenda tersendiri setelah trip Wakatobi ini. Untuk biaya divingnya sendiri sekitar 3,400,000 untuk 7 kali dive selama dua hari.

Biaya tiket pesawat Lion Air dan Wings Air dari Jakarta-Wangiwangi dengan dua kali transit di Makassar dan Kendari sebesar Rp 1,600,000 – Rp 2,200,000. Itu untuk satu kali jalan. Baliknya kami menggunakan Wings Air dari Wangiwangi ke Makassar dengan satu kali transit di Kendari seharga Rp 800,000; lalu lanjut dengan Garuda Indonesia dari Makassar ke Jakarta seharga Rp 898,000

Total flight PP Sekitar 3.5 – 4 juta.

Bicara soal perjalanannya sendiri, makan waktu sekitar 16 jam dari rumah saya di Bekasi sampai tiba di penginapan di Pulau Tomia. Lama banget memang, gini rinciannya:

– 1 jam dari rumah Bekasi ke Airport Soetta di tengah malem buta
– 3 jam nunggu boarding pesawatnya
– 2.5 jam terbang dari Jakarta ke Makassar dengan Lion Air
– 2 jam transit di Makassar
– 1 jam terbang dari Makassar ke Kendari dengan Wings Air ATR
– 0.5 jam transit di Kendari
– 1 jam terbang dari Kendari ke Wangiwangi
– 0.5 jam dari Bandara Matohari ke Dermaga Wanci
– 4.5 jam naik perahu motor dari Pulau Wangiwangi ke Pulau Tomia
– 0.5 jam turunin barang-barang, jalan kaki dari dermaga ke penginapan

Phew! Iya, memang sepanjang itu perjalanannya, hehehe…

Jadi hari pertama memang bakalan habis untuk perjalanan saja. Hari kedua ketiga untuk diving dan snorkeling. Sorenya kami main di pantai dan puncak pulau Tomia. Hari keempat island hopping ke Pulau Ndaa di pagi hari dan berkemas kembali ke Pulau Wangiwangi. Kemudian bermalam di Patuno Resort. Hari ke lima, trip Wakatobi selesai. Dari kami ber-enambelas berpisah di Bandara Wangi-Wangi, ada yang lanjut ke Sumbori, ada yang ke Makassar, adapula yang langsung pulang ke Jakarta.

Yaps, That’s it!

Tunggu cerita tentang trip di Wakatobi-nya di postingan selanjutnya. Untuk dokumentasi keindahan Wakatobi bisa ditemukan di akun Instagram saya: @Adzaniah 😉