Kereta “mewah” Kualanamu

Beberapa waktu lalu, pertama kalinya saya menggunakan jasa transportasi Kereta Kualanamu dari Bandara Kualanamu ke Stasiun Kereta Medan. Lebih afdol sebagai anker (anak kereta) kalau sudah mencoba naik transportasi umum kebanggaan orang Sumatera Utara ini. Secara frekuensi, keretanya tidak sesering Commuter Line di Jabodetabek, tapi rata-rata satu jam sekali pasti ada. Waktu tempuh ke Kota Medan berkisar antara 40-50an menit.

Kenapa waktu tempuhnya bisa beda-beda? Karena waktu tempuh tiap perjalanan sudah dihitung dengan waktu berhenti di tengah jalan saat gantian rel dengan kereta lain. Dengan kata lain, jika tidak ada insiden luar biasa maka durasi perjalanan akan tepat waktu.

Berbeda dengan CommLine yang tiap hari saya tumpangi. Penumpang hanya tau kalau durasi perjalanan normal tanpa hambatan dari Bekasi ke Manggarai sekitar 27-30 menit, itu dengan kecepatan optimal dan gak pake antre gantian rel atau masuk stasiun besar Jatinegara atau Manggarai. Sementara setiap hari, ada saja kereta2 yang mesti antre masuk stasiun maupun gantian rel dengan kereta jarak jauh. Penumpang diminta untuk mengalkulasi dan menghapal sendiri durasi tiap perjalanan kereta.

Di sana, stasiunnya sangat keren dan dilengkapi dengan ruang tunggu yang sangat luas! Terasa bersih. Cling banget! Macam habis dipel. 😂 Sedangkan di sini, hanya di beberapa tempat saja yang sudah menggunakan ubin, itu pun setiap hari dipel tapi ga tampak kayak habis dipel 😅 Meski demikian, kondisi kayak bgini udah lumayan membaik banget dibandingkan dengan kondisi stasiun saat saya kuliah dulu (sepuluh tahunan lalu laaah).

Di sana pula, jumlah penumpang pun dibatasi dengan jumlah kursi. Ga ada cerita penumpang berdiri meski waktu tempuhnya hanya sebentar. Maka, di waktu prime time, memesan tiket jauh sebelum waktu keberangkatan akan sangat disarankan.

Sementara itu, jumlah penumpang kereta CL dibatasi dengan konsensus para penumpang. Yes, jika di suatu pintu gerbong sudah terlihat sangat penuh, maka bisa saja para penumpang terutama yang berdiri di depan pintu menolak penumpang yang mau ikut naik. Pemandangan ini sangat lumrah terjadi, apalagi jika penumpang ular kaleng ini sudah bisa berempati terhadap daging kornet yang sering dipaksakan muatannya dalam wadah.

Namun demikian, dilihat dari harga tiketnya, rasanya semua jadi make sense. Ada harga, ada rupa. Tiket perjalanan durasi kurang dari satu jam dan sudah pasti dapat nomor kursi serta jaminan ketepatan waktu berangkat dan tiba dibanderol sebesar IDR 100,000. Sementara tiket Bekasi-Manggarai hanya IDR 2,000 sajaaaa!!

Saya mah Alhamdulillaahhh, tiket kereta dari Kota Satelit ke Pusat Kota Jakarta cuma segitu. Ga kebayang mesti bayar seratus ribu tiap hari sekali jalan dengan fasilitas yang sama kerennya dengan Kualanamu… 😅😅😅

Advertisements

Happy first anniversary, my blog :)

Yeaaayy, satu tahun sudah saya eksis di dunia per-blog-an, khususnya di adzaniah.com ini. Thank you for all reader 🙂

Blog ini adalah komitmen saya untuk tetap menulis dan berbagi pengalaman. Biar makin komit, saya ambil paket berbayar, biar berasa rugi kalau tidak nge-blog, hehehe..). Target posting sebulan dua kali bisa dibilang tidak terlalu sukses karena mulai pertengahan tahun 2015, postingan pun makin jarang (bahkan kadang hanya me-repost postingan orang lain). I don’t want to blame my schedule, then, hahaha… Memang saya-nya saja yang makin jadi pemalas! *toyor*

Jadi inget tahun lalu, bikin akunnya aja pake didorong-dorong teman saya, Agungpuma (empunya ngobrolbasket.com dan ngobrolmotorcross.com). Thanks, dude!

Awalnya mau fokus di traveling,tapi seiring berjalannya waktu, topiknya pun melebar kemana-mana. Beberapa kali juga saya cek statistik akun saya ini, memang yang paling banyak dibaca justru topik umum non-traveling. Seperti postingan tentang transportasi online atau seputar Chia Seeds, atau review film ternyata jauh lebih disukai / lebih banyak dibaca. Readernya bisa mencapai ribuan.

Meski sudah tidak benar-benar fokus ke traveling saja, spiritnya sih sama, berbagi informasi.

Beberapa waktu lalu saya menemukan gambar ini beredar di Facebook saya (Kurang tahu originalnya dari siapa, jadi gak bisa kasih sumber fotonya, maaf..). Hmm, it’s steal my attention at that time! Dipikir-pikir (namanya juga anak T mentok, kebanyakan mikir memang sih.. hehehe..), bener juga sih.. Kalau saban momen pergantian tahun, biasanya kan mikir: Apa aja yang sudah berhasil dicapai (based on resolusi awal tahun), apa saja yang ga ada di resolusi tapi eh bisa tercapai juga, apa aja yang belum bisa tercapai dan butuh evaluasi agar bisa dicapai tahun depan.

0793df79-9058-4958-afe3-57500b837e4e-medium

As a J person, I do things based on what I’d targeted. Tapi sebagai orang yang pengen semuanya balance, saya berusaha fleksibel. Dalam arti, saya gak se-ambisius itu koq ngejar semua yang saya targetin, apalagi kalau target-target saya berhubungan dengan orang lain juga. Misalnya, nikah. Dulu sempet punya target bisa nikah sebelum usia 30. Sekarang, ketemu jodoh aja belum, ya sudah. Hal ini gak bikin saya bersikap “mau aja lah sama yang mau sama gue”. Intinya saya ga mau maksa, saya pemilih, dan saya pun berkompromi juga.

Helloooowh, saya nyari responden untuk penelitian saja, harus benar-benar pas dengan kriteria ideal. Padahal cuma buat responden selama beberapa jam saja lho. Nah, apalagi untuk nyari pasangan yang untuk selamanya? #eh

So, yess, I will be married when I am (and him, of course) really READY!

Untuk mencapainya, ya pantesin diri aja dulu. Sembari terbuka saja, jika ada yang ngajakin kenalan atau jalan bareng. Hey, jalan bareng berduaan itu bukan nge-date ya! In my definition, dating is when two persons are in romantic relationship. Iya, kalau sudah resmi pacaran, baru deh namanya nge-date.

Sembari gak ada pasangan, ya puas-puasin dulu lah punya banyak teman dari berbagai kalangan, ngabisin waktu dengan keluarga, melakukan hal-hal yang ingin dilakukan… Focus on making great memories with surroundings.

Sempat kepikiran untuk mencoba mewujudkan mimpi jaman dulu, kuliah lagi di luar negeri. Iya, dulu sempet pengen kuliah di Belanda (that’s why pernah ambil kuliah program studi Belanda di UI tahun 2003 silam). Kenapa Belanda? Saya juga tidak tahu awalnya. Sekarang baru realize banyak budaya di Belanda yang cocok dengan ke-ESTJ-an saya. Bisa makin saklek nih kalau sampai terwujud tinggal di sana, hehehe… Kumpulin modal dulu kali yah. Secara rencana nikah dan berkeluarga entah kapan bisa terwujud, duitnya bisa digunakan untuk yang lain dulu, mehehehe…

Above all, saya masih ngerasa kurang “memberi”. Tangan masih sering ada di bawah, ketimbang di atas. Terinspirasi dari Raya juga, sekarang kalau mau trip kemana-mana, saya usahakan bawa buku bacaan. Akan diusahain banget ketemu dengan penduduk lokal (terutama anak-anak).

Life paradox: Melipatgandakan senang-senang dengan cara berbagi senang-senang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s do this!!

Well, thanks 2015! You gave me priceless experiences, mostly I’d never ever imagine.

For 2016, I would like to discover many skills by stepping outside my comfort zone, enjoying life, more grateful, and be happier.

Wake Me Up When September Ends

Konspirasi semesta dan izin Allah SWT yang membuat semua ini benar-benar terjadi. Eh, beneran terjadi ga sih nih?

Maka, penggalan lagunya Green Day tersebut jadi sangat relevan! Tolong bangunkan saya di akhir September ya. Saya perlu memastikan semua hal ini telah benar-benar menjadi nyata, telah benar-benar terealisasi. It’s too good to be true (or too bad, as well?!), rasanya. September Ceria, kata Mba Vina Panduwinata, hahaha… Alhamdulillaah 🙂

Yang kenal saya pasti tau kalau saya passionate banget kerja ngurusin event, pengeen banget kerja di bagian produksi di TV atau radio, atau di EO gitu. Seru banget pasti! Eh, sekarang I owned that! It’s way better bahkan living this passion with close buddies. Hope Organized by Kirana will runs smoothly and long-lasting (dan menghasilkan, tentunya, hehehe :))

image

Here we are!

Tahun lalu daftar les Inggris yang ternyata mahil bingits! Trus diademin si adek yang bilang “Tenang kak, investasi di pendidikan ga pernah merugi koq, ntar juga balik :)”. Saya hanya tidak menyangka, secepat ini.

image

With Matthew, WallStreet Head Master 😉

Pengen berkarir di MNC, and here I am, got and already signed that contract! Even for better position, better opportunity, greater challenge (pastinya!), and most important, it’s totally out of my comfort zone. Yes, I finally challenge myself, facing my fears!

image

Ibuku yang masih cakeepss ajah :*

Bulan September juga bulannya Ibu saya. Beliau menginjakkan usia ke 57. Sehat dan bahagia terus ya, Bu. Maafkan anakmu ini yang belum juga bisa memenuhi inginmu 😥

Halo Kota Ambon!

Halo Kota Ambon!

Salah satu project pribadi saya, ingin keliling nusantara. Kali ini nambah satu provinsi lagi yang saya kunjungi. It’s out of my plan, actually. Tahun ini cuma ngerencanain leisure trip ke dua tempat saja, eksplor Kepulauan Derawan dan Pulau Weh di Aceh. Yaps, I’d had trip to Mollucas! Ambon City and Kei Kecil Island. Gosh! Can’t ask for more, rasanya… It was great experience! I already touched pasir paling halus in the world! Iya, itu ada di Indonesia, di Ngurbloat beach, tepatnya, meeenn!! Maluku adalah provinsi ke-22 yang saya datangi. Still 12 provinces to go, gaes!

Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil

Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil

Tapi Yang Maha Esa tetap memberikan ruang saya untuk terus berikhtiar, memberikan kesempatan pada saya untuk tetap bisa punya mimpi-mimpi lain untuk diwujudkan. Tetap menyeimbangkan dunia saya. Bahagia dan kepedihan memang tak bisa dipisahkan ya, hehehe… mungkin itu cara untuk tetap menjadi manusia, untuk tetap bisa merasa.

Ah, sabar saja. Rezeki tiap orang itu kan beda-beda bentuknya. Percaya saja. If something is destined for me, never in a million years it will be for somebody else.

Syukuri hari ini, bulan September ini, Alhamdulillaahhh 🙂

Semoga bahagia untuk keluarga saya, keluarganya, dan dirinya. Amin.

Jakarta, 30 September 2015

Come back!

Setelah beberapa tahun vakum, Akhirnya, ngeblog lagi!! Yeheeeyyyyy…. *tebar convetti, tiup trompet*. 0_0v

Kalo dihitung dari awal, maka ini adalah blog gw yang ke-…… Wait.. Keberapa ya.. Dulu pernah punya di Blogdrive, Blogspot, Picsfolio, Multiply, WordPress… Okeh, berarti ini yang ke-enam!

Whoaaa, kenapa mesti bikin baru? Kenapa ga lanjutin yang lama?

Like I said before, gw udah beberapa tahun terakhir vacum ngeBlog, terutama sejak kenal yang namanya social media bernama Facebook, Twitter, Tumblr, dan sekarang Path!
Alhasil, gw pun lupa dengan password login, account email yang pernah dipake, dan yang (ternyata paling penting) username dari account2 blog di domain2 tersebut. Bahkan, untuk username account wordpress gw (ini blog yang paling recent dibikin sblm yang sekarang), ga bs gw ingat.

So, yaudahlahyah, bikin baru aja lagi dengan lebih serius.

Hah, jadi ini isinya bakalan serius?

Hohoho, ga koq.. Serius ini dalam arti, gw akan berusaha menulis untuk konsumsi publik. Artinya, gw harus lebih memerhatikan konten dan konteksnya, tata bahasa, estetika, dll, dst, dsb. Isinya bukan curhatan menye-menye yang bahkan untuk bahan FTV remaja aja gak cucok, ewh..

20141226-000054.jpg

Come back-nya gw ini juga tak lepas dari seorang kawan baik @AgungPuma yang mendorong saya (dengan kebawelannya, gak galak lhoooo, dude! Hahahah…) untuk bergegas membuat account ini. So much thanks yaa *nyengir lebar*
Konsultasinya gak gratis tapi nih, untungnya bayarnya ga pake berjuta2 rupiah seperti rate-nya dia, tapi pake komitmen untuk terus menulis dan posting berbagai hal di sini.. Siap bos!! 😀

Well, feel free to visit and lemme know your comment, gaess 🙂

20141226-001153.jpg