Happy first anniversary, my blog :)

Yeaaayy, satu tahun sudah saya eksis di dunia per-blog-an, khususnya di adzaniah.com ini. Thank you for all reader 🙂

Blog ini adalah komitmen saya untuk tetap menulis dan berbagi pengalaman. Biar makin komit, saya ambil paket berbayar, biar berasa rugi kalau tidak nge-blog, hehehe..). Target posting sebulan dua kali bisa dibilang tidak terlalu sukses karena mulai pertengahan tahun 2015, postingan pun makin jarang (bahkan kadang hanya me-repost postingan orang lain). I don’t want to blame my schedule, then, hahaha… Memang saya-nya saja yang makin jadi pemalas! *toyor*

Jadi inget tahun lalu, bikin akunnya aja pake didorong-dorong teman saya, Agungpuma (empunya ngobrolbasket.com dan ngobrolmotorcross.com). Thanks, dude!

Awalnya mau fokus di traveling,tapi seiring berjalannya waktu, topiknya pun melebar kemana-mana. Beberapa kali juga saya cek statistik akun saya ini, memang yang paling banyak dibaca justru topik umum non-traveling. Seperti postingan tentang transportasi online atau seputar Chia Seeds, atau review film ternyata jauh lebih disukai / lebih banyak dibaca. Readernya bisa mencapai ribuan.

Meski sudah tidak benar-benar fokus ke traveling saja, spiritnya sih sama, berbagi informasi.

Beberapa waktu lalu saya menemukan gambar ini beredar di Facebook saya (Kurang tahu originalnya dari siapa, jadi gak bisa kasih sumber fotonya, maaf..). Hmm, it’s steal my attention at that time! Dipikir-pikir (namanya juga anak T mentok, kebanyakan mikir memang sih.. hehehe..), bener juga sih.. Kalau saban momen pergantian tahun, biasanya kan mikir: Apa aja yang sudah berhasil dicapai (based on resolusi awal tahun), apa saja yang ga ada di resolusi tapi eh bisa tercapai juga, apa aja yang belum bisa tercapai dan butuh evaluasi agar bisa dicapai tahun depan.

0793df79-9058-4958-afe3-57500b837e4e-medium

As a J person, I do things based on what I’d targeted. Tapi sebagai orang yang pengen semuanya balance, saya berusaha fleksibel. Dalam arti, saya gak se-ambisius itu koq ngejar semua yang saya targetin, apalagi kalau target-target saya berhubungan dengan orang lain juga. Misalnya, nikah. Dulu sempet punya target bisa nikah sebelum usia 30. Sekarang, ketemu jodoh aja belum, ya sudah. Hal ini gak bikin saya bersikap “mau aja lah sama yang mau sama gue”. Intinya saya ga mau maksa, saya pemilih, dan saya pun berkompromi juga.

Helloooowh, saya nyari responden untuk penelitian saja, harus benar-benar pas dengan kriteria ideal. Padahal cuma buat responden selama beberapa jam saja lho. Nah, apalagi untuk nyari pasangan yang untuk selamanya? #eh

So, yess, I will be married when I am (and him, of course) really READY!

Untuk mencapainya, ya pantesin diri aja dulu. Sembari terbuka saja, jika ada yang ngajakin kenalan atau jalan bareng. Hey, jalan bareng berduaan itu bukan nge-date ya! In my definition, dating is when two persons are in romantic relationship. Iya, kalau sudah resmi pacaran, baru deh namanya nge-date.

Sembari gak ada pasangan, ya puas-puasin dulu lah punya banyak teman dari berbagai kalangan, ngabisin waktu dengan keluarga, melakukan hal-hal yang ingin dilakukan… Focus on making great memories with surroundings.

Sempat kepikiran untuk mencoba mewujudkan mimpi jaman dulu, kuliah lagi di luar negeri. Iya, dulu sempet pengen kuliah di Belanda (that’s why pernah ambil kuliah program studi Belanda di UI tahun 2003 silam). Kenapa Belanda? Saya juga tidak tahu awalnya. Sekarang baru realize banyak budaya di Belanda yang cocok dengan ke-ESTJ-an saya. Bisa makin saklek nih kalau sampai terwujud tinggal di sana, hehehe… Kumpulin modal dulu kali yah. Secara rencana nikah dan berkeluarga entah kapan bisa terwujud, duitnya bisa digunakan untuk yang lain dulu, mehehehe…

Above all, saya masih ngerasa kurang “memberi”. Tangan masih sering ada di bawah, ketimbang di atas. Terinspirasi dari Raya juga, sekarang kalau mau trip kemana-mana, saya usahakan bawa buku bacaan. Akan diusahain banget ketemu dengan penduduk lokal (terutama anak-anak).

Life paradox: Melipatgandakan senang-senang dengan cara berbagi senang-senang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s do this!!

Well, thanks 2015! You gave me priceless experiences, mostly I’d never ever imagine.

For 2016, I would like to discover many skills by stepping outside my comfort zone, enjoying life, more grateful, and be happier.

Advertisements

Come back!

Setelah beberapa tahun vakum, Akhirnya, ngeblog lagi!! Yeheeeyyyyy…. *tebar convetti, tiup trompet*. 0_0v

Kalo dihitung dari awal, maka ini adalah blog gw yang ke-…… Wait.. Keberapa ya.. Dulu pernah punya di Blogdrive, Blogspot, Picsfolio, Multiply, WordPress… Okeh, berarti ini yang ke-enam!

Whoaaa, kenapa mesti bikin baru? Kenapa ga lanjutin yang lama?

Like I said before, gw udah beberapa tahun terakhir vacum ngeBlog, terutama sejak kenal yang namanya social media bernama Facebook, Twitter, Tumblr, dan sekarang Path!
Alhasil, gw pun lupa dengan password login, account email yang pernah dipake, dan yang (ternyata paling penting) username dari account2 blog di domain2 tersebut. Bahkan, untuk username account wordpress gw (ini blog yang paling recent dibikin sblm yang sekarang), ga bs gw ingat.

So, yaudahlahyah, bikin baru aja lagi dengan lebih serius.

Hah, jadi ini isinya bakalan serius?

Hohoho, ga koq.. Serius ini dalam arti, gw akan berusaha menulis untuk konsumsi publik. Artinya, gw harus lebih memerhatikan konten dan konteksnya, tata bahasa, estetika, dll, dst, dsb. Isinya bukan curhatan menye-menye yang bahkan untuk bahan FTV remaja aja gak cucok, ewh..

20141226-000054.jpg

Come back-nya gw ini juga tak lepas dari seorang kawan baik @AgungPuma yang mendorong saya (dengan kebawelannya, gak galak lhoooo, dude! Hahahah…) untuk bergegas membuat account ini. So much thanks yaa *nyengir lebar*
Konsultasinya gak gratis tapi nih, untungnya bayarnya ga pake berjuta2 rupiah seperti rate-nya dia, tapi pake komitmen untuk terus menulis dan posting berbagai hal di sini.. Siap bos!! 😀

Well, feel free to visit and lemme know your comment, gaess 🙂

20141226-001153.jpg