Hong Kong trip, when it started

I love traveling. Apalagi dalam kondisi wealth, health, dan happy. Apalagi tempat tujuannya menarik untuk dieksplorasi misalnya kota yang belum pernah didatangi. Apalagi kota tujuan merupakan salah satu destinasi shopping hahaha…!!!

Tapi, entah mengapa, saat udah di kota tujuan, sebut saja Hong Kong, dalam rangka business trip, malah gue pengen cepet-cepet pulang balik ke Jakarta! Hee…

Mungkin karena di sana gak ada go-ride atau ojek panggalan, jadi kalau jalan jarak dekat ya mesti jalan kaki. Mungkin karena setelah belanja branded stuff diskonan lalu ku mendadak kere. Mungkin karena saat itu kerjaan kantor juga lagi banyak-banyaknya jadi ga tenang aja gitu kalo di akhir pekan atau di after pffice hour, gue malah jalan jalan x))

Atau mungkin (dugaan gue saat itu) karena gue lg PMS! Jadi lebih moodswing parah, lebih cranky, lebih cepet drop! Hadeeuh… hormones!

Parahnya, gue yang sebelum tiba di sana sudah sangat excited sampe extend bbrp hari, karena ketidakbetahan gue ini membuat gue merogoh kocek lebih dalam demi untuk bisa beli tiket pesawat pulang satu hari lebih cepat! Bye 4 juta!

Kalau dipikir pikir sekarang mah, mending tuh duit buat belanja lagi branded stuff di sana yaaa hahaha.. tapi ya gimana, saat itu bener bener udah ga betah banget.. parah!

Atas izin suami, dan bantuan Susi (support di dept gue) yang mesenin tiket pesawat baru untuk gue, pulang lah gue balik ke Jakarta satu hari lebih cepat di hari Minggu. Ini blessing in disguise sih, karena tnyata gue juga salah perkiraan hari. Kalau gue jadi balik di hari Senin, bisa drop banget krn hari Selasanya tnyata gue mesti cabut lagi ke Sentul untuk Strategic meeting sampe hari Rabu. Fiuh!

Awalnya suami sih yang curiga duluan. Jangan jangan gue hamil karena cranky dan moodswingnya lebih kacau dari biasanya. Gue sendiri saat itu meragukan krn ngerasa gue lagi PMS (selain krn moodswing juga sempet ada flek yg menandakan akan datang haid).

Sampai di suatu hari setelah gue balik dari Strategic Meeting, kami coba cek pake testpack sebelum akhirnya kontrol ke Obsgyn. Alhamdulillah, ternyata feelingnya suami bener, janinnya sudah 1bulan 😀

Advertisements

Lama tak menulis di blog

Karena sibuk. Padahal dulu dulu ya sibuk juga.

Karena social media dengan format microblog lebih seru untuk dipantengin. Nah ini tampaknya jawaban yang lebih masuk akal.

Begitulah. Dua tahun kebelakang Saya lebih banyak menghabiskan waktu mantengin Twitter, Path, Instagram… hingga di suatu titik, saya merasa terlalu banyak aaktu terbuang untuk aktivitas tersebut, juga terlalu banyak eksposur tentang diri yang diposting di social media itu.

Dipikir pikir, ya buat apaan coba deh?!? Hahaha… sudah si titik jenuh tampaknya, jadi sudah tak sebegitunya memuaskan saat berhasil posting dan mendapatkan respon dari teman teman.

Atau,

Yang dibagikan/diposting sebenarnya kurang bermakna atau bernilai jadi ya ga menghasilkan kepuasan atau kebahagiaan itu sendiri..

well.. semoga postingan ini menjadi awal comebacknya saya di dunia perblogingan (apa deehhhh hahahahah) dengan konten yang lebih bermakna, informatif, dan juga bisa bermanfaat buat orang lain.

Amin!

Hello guys 🙂

Good bye 2016, Hello 2017

For 2016, I would like to discover many skills by stepping outside my comfort zone, enjoying life, more grateful, and be happier.

~~Gue, di “Happy First Anniversary, My Blog!”

Memutuskan mengambil lisence open water dive bisa dibilang salah satu perwujudan resolusi tahun 2016.

Kalau dipikir-pikir, ngapain juga ambil lisence diving. Pertama nih, paling basic, bernapas pake mulut. Itu aja menjadi adaptasi tersendiri. Belum adaptasi dengan peralatannya yang ga ringan dan ga mudah.. Belum lagi ada banyak skill dan aturan yang mesti dikuasai untuk bisa menyelam dengan baik dan benar. Maklum yaa, menyelam ini olahraga paling beresiko nomor dua setelah terjun payung. Lalai dikit, fatal akibatnya.

Kedua, peralatannya men! Berat, ribet, mahal! Phew!!

Tapi sekalinya udah ngantongin license, duh ti ati banget, bisa ketagihan. Kalau dua bulan ga nyelem, bisa sakaw parah! Hahahaa.. I wanna blame it on youuu, Rendy!! Pria yang dengan semangatnya mendorong saya untuk ambil license sebelum trip ke Wakatobi. Dive com dan regulator for seserahan pliss!

img_3930

#BestNine2016 ala Instagram @Adzaniah

Terbukti kalau flashback ke belakang, trip yang saya lalui didominasi dengan trip diving dan business trip. Divetrip 2016 diantaranya, saya ke Pulau Sepa (Kab. Kepulauan Seribu) untuk ujian Open Water, ke Pulau Wangiwangi dan Pulau Tomia (Wakatobi, Sulawesi) pengalaman dive trip pertama setelah pegang license OW diver, ke Pulau Genteng Kecil (Kab. Kepulauan Seribu) untuk family trip skalian jajal diving lagi, ke Gili Trawangan (Lombok, NTB) dan Pulau Pramuka (Kab. Kepulauan Seribu) untuk divetrip lagi. Total ada LIMA dive trip di sepanjang 2016.

img_5431

Gear up di Genteng Kecil

DCIM102GOPROG0064031.

After dive di Pulau Pramuka

img_0126

Menyelam di Tomia

img_8848

Leaving home from Lombok

DCIM102GOPROGOPR2934.

After dive di Gili Trawangan

Diantara divetrip, terselip juga bepergian ke Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta untuk business trip, hahaha…

Untuk semua yang sudah terlalui di 2016…

Alhamdulillah untuk trip yang selalu mengesankan sepanjang tahun 2016. Alhamdulillah untuk office mates yang makin kompak dan makin asik.

Alhamdulillah untuk keluarga yang selalu mendukung apa yang saya lakukan di sepanjang tahun. Alhamdulillah untuk teman-teman yang selalu ada 🙂 Alhamdulillah untuk pasangan yang diketemukan di awal tahun dan memberi warna di sepanjang tahun 2016. Iya, ini lagi bahas kamu yang bikin aku tongpes sejak ikutin saran kamu ambil license diving, hahahaa…

Harapan yang ideal untuk 2017, semoga segala target di tahun 2017 bisa tercapai, more advance in everything 🙂

Ya, setidaknya bisa kayak tahun 2016 kemarin laah, bisa keluar lagi dari comfort zone, makin nikmatin hidup, makin banyak bersyukur, dan makin berbahagia 🙂

Amin!

Oh, and Happy 2nd Anniversary, My Blog! 🙂

Chicago dan Quiet Car

Just read this blog from bersendiri.com
Ternyata ada yah, produk transportasi umum semacam Quiet Car, yang penumpangnya bisa menikmati keheningan dalam perjalanan. Saya baru tahu 🙂

Saya beberapa kali, tak disengaja tentunya, mengalami situasi seperti di dalam Quiet Car, terutama saat berkendaraan umum di jam gak sibuk dan gak ada anak kecil di dalam kendaraan umum tersebut. Yeah, dewasa ini orang-orang dewasa cenderung lebih senang bercengkerama dan berinteraksi melalui dunia maya, sekalipun dengan teman yang secara lokasi berada radius kurang dari 1-2 meter.

Terkadang saya merindukan masa sepuluh tahun lalu yang kita bisa ngobrol asik dengan orang (yang bahkan ga dikenal) seperjalanan di kendaraan umum. Tapi terkadang juga, saat sedang lelah dengan urusan duniawi, disapa atau ada orang nanya sesuatu kepada saya saja, saya males-malesan ngerespon karena terlalu asik dengan akun-akun media sosial saya.

Media sosial, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat…

bersendiri: (pergi) sendirian namun tidak kesepian

Saya tidak pernah tahu bahwa di dunia ini ada istilah ‘quiet car’ hingga perjalanan saya ke Chicago, musim semi 2014 lalu.  Setelah seharian mengellingi Chicago dan mengunjungi setiap tempat dalam daftar ambisius yang saya buat, saya hanya ingin duduk tenang di dalam kereta selama satu jam ke depan sambil meluruskan kedua kaki yang terasa kebas. Ketika saya mendekat ke kereta commuter yang akan  membawa saya pulang, saya melihat tulisan quiet car di gerbong yang saya masuki. Hmm? Quiet car? Sounds like a good idea. Sounds like the perfect ride for ‘bersendiri’.

Saya menatap penumpang sekeliling saya di dalam gerbong. Semua orang duduk diam dan tenang. Ada yang membaca buku, ada pula yang sibuk dengan gadget mereka.  Sebagian dari mereka bersandar pada dinding kereta sembari memejamkan mata ditemani dengan headphone di telinga. Tak ada yang bicara. Semua sibuk bersendiri. Aneh rasanya, Hening. Quiet car ini seperti mesin waktu yang masuk ke sebuah…

View original post 206 more words

Kebangkitan Basket Indonesia di Sea Games Singapura 2015

Bravo!!

NGOBROL BASKET

Saat mengikuti Timnas basket mulai dari pemberangkatan, foto-foto latihan yang ada di instagram. saya merasakan ada semangat yang besar dari para pemain, official dan manager teamnya.

Timnas basket kita yang sudah belasan tahun tidak mendapatkan medali, Timnas Basket Putri terakhir mendapatkan medali di cabang olahraga basket adalah tahun 1997 yaitu perunggu, dan tahun 1991 dan mendapatkan perak.

Timnas Basket Putra mendapatkan medali perak di Sea Games 2015 (sumber foto: Instagram @Timnasbasket) Timnas Basket Putra dan putri mendapatkan medali perak di Sea Games 2015 (sumber foto: Instagram @Timnasbasket)

Hal paling menyedihkan adalah saat mendengar berita saat Timnas basket kita tidak di ikutkan ke sea games 2015 karena minimnya prestasi dan mahalnya biaya. (Negara yang kaya dengan hasil alamnya ini terlalu mahal untuk memberangkatkan Timnas Basket). tetapi akhirnya Timnas Basket berangkat ke sea games 2015.

Timnas Basket Putri mendapatkan medali perak di Sea Games 2015 (sumber foto: Instagram @Timnasbasket) Timnas Basket Putri mendapatkan medali perak di Sea Games 2015 (sumber foto: Instagram @Timnasbasket)

Ternyata Prestasi yang diberikan Timnas Basket Indonesia sangat membanggakan, dengan membawa medali Perak untuk Timnas Basket Putra…

View original post 203 more words

Ditemani Trex saat unable to connect to the Internet ;)

Ada yang pernah ngalamin internet connection tetiba terputus? Atau saat lagi browsing menggunakan Google Chrome lalu “unable to connect to the internet” disertai gambar dino ini:

Trex Google

Kalau dulu sih munculnya gambar muka cedih. Tapi sekarang ada Tiranosaurus yang akan nemenin biar ga cedih koneksi internetnya terputus. Lho? Koq bisa gitu?! Yaps. Jadi, si dino ini bisa diajak main. Just a simple touch to the Trex image and the game will automatically start! Tapping on the dino to make him jump over the cacti!

Game simple lompat-lompat untuk menghindari kaktus, mirip modelnya games Mario Bros jaman dulu.

Dino Trex

Kenapa pake hewan dino Trex? Ternyata ada filosofinya juga nih. Katanya, terputusnya koneksi internet diandaikan kayak di jaman dinosaurus dulu yang belum ada teknologi internet. Juga, tangan Trex yang pendek diandaikan koneksi internet yang pendek hingga ga bisa tersambung.

So, when your internet isn’t connecting, you can still waste your time on Google Chrome! It’s pretty smart for Google, isn’t it 😀