Pantai Ular (Ngurtavur), Kei Island, Maluku

IMG_7984

Ngurtavur Beach

Pantai Ngurtavur, terletak di Pulau Warbal, Kepulauan Kei Kecil, Kab. Maluku Tenggara, Maluku, Indonesia. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Ular karena pantai ini memiliki gusung yang mengular sepanjang 2 km dengan lebar kira-kira 7 meter. Gusung ini baru bisa terlihat demikian saat kondisi air surut. Wisatawan dapat berjalan sepanjang gusung dan merasakan sensasi berjalan di tengah laut (karena kanan dan kirinya langsung pantai laut). Kawasan pantai Ngurtavur ini dalam setahun belakangan tertutup untuk wisatawan karena termasuk daerah yang dilindungi adat setempat. Tepat di pangkal pantai mengular dipasang sasi (janur, semacam penanda area adat yang terlarang dikunjungi).

IMG_7996

Sasi, penanda area adat yang terlarang dikunjungi

Sebenarnya wisatawan masih bisa berkunjung dan menikmati keelokan pantai Ngurtavur ini, tapi memang ada sejumlah prosedur yang perlu dilakukan, seperti meminta izin terlebih dahulu ke kepada desa dan ketua adat. Itulah yang kami lakukan saat mengunjungi pantai eksotis ini. Begini ceritanya…

Sejak dari pantai Ngurbloat, kami ingin sekali mengunjungi Pantai Ngurtavur. Padahal spot tersebut ga ada di paket itenarary kami, so kami harus menambah biayanya (most likely tour agent memang tidak akan memasukan spot ini ke paketnya karena ya itu tadi, area tersebut terlarang secara adat). Berbekal tekat kuat (cailaahhh….) dan kegigihan tour guide kami yang ingin memuaskan kliennya yang BM (banyak mau) ini, akhirnya berangkatlah kami ke pantai Ngurtavur. So much thanks yaaa Kakaban Trip team!! 😀

foto 3 kursi kondangan

Kapal yang membawa kami ke Pantai Ngurtavur lengkap dengan kursi kondangannya, hehehe…

DCIM104GOPRO

On our way to Ngurtavur Beach

Perjalanan kami pun sempat mengalami kendala. Lihat gambar di atas, yaps, itu penampakan kapal motor yang kami tumpangi, lengkap dengan kursi plastik bak di kondangan! Hahaha… tour guide kami ini emang juara untuk memuaskan kliennya mengarungi lautan kurleb satu jam. Tapi ternyata, gulungan ombak lumayan bikin khawatir di tengah jalan. Akhirnya, kami menepi ke sebuah pulau untuk ganti formasi duduk. Yaps, akhirnya kami belasan orang ini duduk di bawah, selonjoran. Kursi plastik bebas tugas, mr. boatman pun lebih tenang mengarungi lautan!

DCIM104GOPRO

Bye bye kursi kondangan…. Siap-siap dihantam ombak!!

Setelah hampir satu jam, kami pun tiba di pantai Ngurtavur. Kondisi saat itu, air masih pasang sehingga gusung mengular belum tampak. Tour guide lokal kami meminta agar kami tidak bermain terlalu jauh dulu, sementara ia akan pergi minta izin ke kepala desa dan ketua adat. Kami pun menurut, hanya berfoto-foto santai di area itu. Tak lama kami pun dihampiri oleh seorang warga. Aktivitas hahahehe dan fotafoto kami pun terhenti. Long short story, beliau menegur dan menasehati kami. Kami pun menurut, mendengarkan teguran, nasihat, dan cerita beliau. Beliau juga meminta kami untuk meminta izin terlebih dahulu ke kepala desa dan ketua adat, ya kami semua. Waduuuhh, ga boleh banget nih main-main dan potapoto di mari, pak?!?

IMG_5940

Warga yang menegur rombongan kami (sebelah kiri)

Untungnya tour guide lokal kami segera datang dengan mengantongi izin dari kepala desa dan ketua adat untuk kami mengeksplorasi pantai Ngurtavur. Yeaaayy! Bapak-bapak yang tadi menegur kami pun menjadi ramah, ia mengajak kami ke kapalnya yang penuh dengan rumput laut hasil panen. Saya dan beberapa teman mencicip rumput laut asli dari laut tersebut. Hmm, enak… Cuma yaa gitu, rasa air laut, hihihi…

IMG_7955

Rumput laut rasa air laut yang sangat otentik x))

Jam menunjukkan pukul 1 siang dan air belum juga surut. Kami pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Tak lupa mengajak si bapak tadi untuk piknik makan siang bersama kami. Makanan dan minuman dibawa dari Kei Kecil, karena di lokasi ini tidak ada yang jual makanan or semacamnya. Berhubung pulau dan pantai ini memang tidak dikondisikan sebagai area wisata, fasilitas umumnya pun minim seperti toilet. Jangan harap ada bilik dengan toilet yang minim. Bahkan ada biliknya (yang terbuat dari dedaunan) saja sudah bersyukur, hehehe.. di dalamnya ga ada toilet, ya kalau mau buang air ya di tanah saja langsung. Oia, jangan lupa juga bawa plastik untuk membawa sampah pribadi yaa… 😉

 

IMG_5946

Selagi menanti air surut

Setelah makan siang, saya bermain perahu kano, sementara beberapa teman ada yang sudah asik berfoto-foto dengan sasi, ada pula yang boci di pinggir pantai. Memang, menurut bapak yang menegur kami tadi, air biasanya surut pukul 3 siang hingga pukul 11 malam. Sementara, saat kami tiba di sana baru pukul 12 siang.

IMG_8158

Main kano for the first time! 😀

IMG_4443

De’ Tantes boci..

Kami pun mulai berjalan menyusuri gusung mengular saat air mulai surut di pukul 2 siang. Kami bertujuhbelas yang anak kota tulen ini pun bahagia banget bisa main di pantai Ngurtavur dan ngalamin sensasi jalan di antara dua sisi pantai. Pasirnya halus banget, ga perlu pake alas kaki, malah jadi berat atau beresiko hilang terbawa arus pantai. Sesekali, air membasahi kaki kami saat melintasi gusung yang agak rendah.

DCIM105GOPRO

Cantiiiiiik bangets………..pantainya <3<3

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berjalan di tengah laut

Pemandangannya pun menakjubkan, pasir putih berpadu warna tosca air laut dan biru langit, ditambah ga ada orang lain lagi selain kami di sana. Kehadiran segerombolan burung Pelican Australia di pantai Ngurtavur ini pun menambah kebahagiaan kami. Ga setiap waktu, segerombilan Pelican Australia mampir ke Indonesia, khususnya ke pantai Ngurtavur ini.

IMG_8502

Pelican Australia aja senang ke Pantai Ngurtavur 🙂

DCIM108GOPROG5754842.

Group photo di ujungnya gusung Ngurtavur

Tak terasa, akhirnya kami pun sampai juga di ujung gusung pasir ini, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Wah, cepat juga ya.. tak terasa kulit sudah menggosong dan kain pantai yang kami jemur di pulau pun sudah kering lagi. Kapal yang kami labuhkan di pinggir pulaupun menjemput kami di ujung gusung (Alhamdulillah yaa cin, ga perlu balik lagi jalan 2 kilo, hahaha…).

Well, it’s time to go back to pulau Kei Kecil. See ya, Pantai Ngurtavur!

IMG_8619

See ya!

Credit photo by  Rahadi Ari “Kakaban Trip”, Rahma Tarigan, Dito Hendrato, and my private collection. 

Advertisements

Chicago dan Quiet Car

Just read this blog from bersendiri.com
Ternyata ada yah, produk transportasi umum semacam Quiet Car, yang penumpangnya bisa menikmati keheningan dalam perjalanan. Saya baru tahu 🙂

Saya beberapa kali, tak disengaja tentunya, mengalami situasi seperti di dalam Quiet Car, terutama saat berkendaraan umum di jam gak sibuk dan gak ada anak kecil di dalam kendaraan umum tersebut. Yeah, dewasa ini orang-orang dewasa cenderung lebih senang bercengkerama dan berinteraksi melalui dunia maya, sekalipun dengan teman yang secara lokasi berada radius kurang dari 1-2 meter.

Terkadang saya merindukan masa sepuluh tahun lalu yang kita bisa ngobrol asik dengan orang (yang bahkan ga dikenal) seperjalanan di kendaraan umum. Tapi terkadang juga, saat sedang lelah dengan urusan duniawi, disapa atau ada orang nanya sesuatu kepada saya saja, saya males-malesan ngerespon karena terlalu asik dengan akun-akun media sosial saya.

Media sosial, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat…

bersendiri: (pergi) sendirian namun tidak kesepian

Saya tidak pernah tahu bahwa di dunia ini ada istilah ‘quiet car’ hingga perjalanan saya ke Chicago, musim semi 2014 lalu.  Setelah seharian mengellingi Chicago dan mengunjungi setiap tempat dalam daftar ambisius yang saya buat, saya hanya ingin duduk tenang di dalam kereta selama satu jam ke depan sambil meluruskan kedua kaki yang terasa kebas. Ketika saya mendekat ke kereta commuter yang akan  membawa saya pulang, saya melihat tulisan quiet car di gerbong yang saya masuki. Hmm? Quiet car? Sounds like a good idea. Sounds like the perfect ride for ‘bersendiri’.

Saya menatap penumpang sekeliling saya di dalam gerbong. Semua orang duduk diam dan tenang. Ada yang membaca buku, ada pula yang sibuk dengan gadget mereka.  Sebagian dari mereka bersandar pada dinding kereta sembari memejamkan mata ditemani dengan headphone di telinga. Tak ada yang bicara. Semua sibuk bersendiri. Aneh rasanya, Hening. Quiet car ini seperti mesin waktu yang masuk ke sebuah…

View original post 206 more words

Wake Me Up When September Ends

Konspirasi semesta dan izin Allah SWT yang membuat semua ini benar-benar terjadi. Eh, beneran terjadi ga sih nih?

Maka, penggalan lagunya Green Day tersebut jadi sangat relevan! Tolong bangunkan saya di akhir September ya. Saya perlu memastikan semua hal ini telah benar-benar menjadi nyata, telah benar-benar terealisasi. It’s too good to be true (or too bad, as well?!), rasanya. September Ceria, kata Mba Vina Panduwinata, hahaha… Alhamdulillaah 🙂

Yang kenal saya pasti tau kalau saya passionate banget kerja ngurusin event, pengeen banget kerja di bagian produksi di TV atau radio, atau di EO gitu. Seru banget pasti! Eh, sekarang I owned that! It’s way better bahkan living this passion with close buddies. Hope Organized by Kirana will runs smoothly and long-lasting (dan menghasilkan, tentunya, hehehe :))

image

Here we are!

Tahun lalu daftar les Inggris yang ternyata mahil bingits! Trus diademin si adek yang bilang “Tenang kak, investasi di pendidikan ga pernah merugi koq, ntar juga balik :)”. Saya hanya tidak menyangka, secepat ini.

image

With Matthew, WallStreet Head Master 😉

Pengen berkarir di MNC, and here I am, got and already signed that contract! Even for better position, better opportunity, greater challenge (pastinya!), and most important, it’s totally out of my comfort zone. Yes, I finally challenge myself, facing my fears!

image

Ibuku yang masih cakeepss ajah :*

Bulan September juga bulannya Ibu saya. Beliau menginjakkan usia ke 57. Sehat dan bahagia terus ya, Bu. Maafkan anakmu ini yang belum juga bisa memenuhi inginmu 😥

Halo Kota Ambon!

Halo Kota Ambon!

Salah satu project pribadi saya, ingin keliling nusantara. Kali ini nambah satu provinsi lagi yang saya kunjungi. It’s out of my plan, actually. Tahun ini cuma ngerencanain leisure trip ke dua tempat saja, eksplor Kepulauan Derawan dan Pulau Weh di Aceh. Yaps, I’d had trip to Mollucas! Ambon City and Kei Kecil Island. Gosh! Can’t ask for more, rasanya… It was great experience! I already touched pasir paling halus in the world! Iya, itu ada di Indonesia, di Ngurbloat beach, tepatnya, meeenn!! Maluku adalah provinsi ke-22 yang saya datangi. Still 12 provinces to go, gaes!

Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil

Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil

Tapi Yang Maha Esa tetap memberikan ruang saya untuk terus berikhtiar, memberikan kesempatan pada saya untuk tetap bisa punya mimpi-mimpi lain untuk diwujudkan. Tetap menyeimbangkan dunia saya. Bahagia dan kepedihan memang tak bisa dipisahkan ya, hehehe… mungkin itu cara untuk tetap menjadi manusia, untuk tetap bisa merasa.

Ah, sabar saja. Rezeki tiap orang itu kan beda-beda bentuknya. Percaya saja. If something is destined for me, never in a million years it will be for somebody else.

Syukuri hari ini, bulan September ini, Alhamdulillaahhh 🙂

Semoga bahagia untuk keluarga saya, keluarganya, dan dirinya. Amin.

Jakarta, 30 September 2015

Bedanya chiaseeds (biji chia) dan biji selasih

Beberapa waktu lalu, saya dibuat bahagia oleh postingan seorang teman yang memamerkan foto “Her first chia drink” di Path. Pasalnya, beberapa hari lalu, ia mengontak saya nanyain tempat jualan chia seed. Ah, ternyata ini pengalaman pertamanya. Jadi teringat sekitar setahun lalu saat saya pun akhirnya berkenalan dengan biji chia dan kawan-kawannya ini. Awalnya saya pikir chia seed dan selasih itu sama. Ah, ini mah saya juga sering makan bersama minuman fruit cocktail, gumam saya saat itu.

chia parfait ala adzaniah.com :D

chia parfait ala adzaniah.com 😀

Ternyata saya bersama jutaan orang-orang yang awam superfood pernah mengalami kesalahkaprahan ini. CHIA ITU BERBEDA DARI SELASIH! Hahahahahaa…. X))))

chia juga bisa dicampur dengan honey lemon shot

chia juga bisa dicampur dengan honey lemon shot

Salvia Hispanica, atau lebih dikenal sebagai biji chia atau chiaseeds, merupakan tanaman yang ternyata masih satu keluarga lho dengan Mint.

Lha terus, bedanya apa sama biji selasih?

Pertama, dalam hal cara mengonsumsi. Selasih itu hanya bisa dikonsumsi setelah direndam dalam air selama beberapa waktu. Sedangkan, Chiaseeds bisa dikonsumsi dengan ditaburkan/dicampur ke yogurt, salad, pudding, jus, rawfood, bahkan ke nasi putih, atau hanya direndam ke air putih biasa selama beberapa saat untuk kemudian bisa dikonsumsi. Bahkan dengan dicampurkan dengan air, dengan konsistensi tertentu, gel chia bisa dijadikan pengganti telur untuk membuat kue atau puding.

Kedua, warna penampakan. Selasih itu warnanya ya hitam saja. Saat kena air, maka akan muncul selaput putih bening menyelimuti biji selasih. Kalau chiaseeds, ada yang berwarna hitam, abu-abu, coklat, dan putih. Saat terkena air, maka akan muncul selaput putih menyelimuti biji chia.

Ini penampakan gel chiaseeds yang direndam dalam air

Ini penampakan gel chiaseeds yang direndam dalam air

Ketiga, nah ini yang paling menarik nih, perbedaan dalam hal kandungan atau kebaikannya. Selasih itu ternyata banyak manfaatnya. Sudah sejak lama juga menjadi obat-obatan suku Ayurvedic dan pengobatan China. Berkhasiat untuk mengurangi sakit kepala, mengurangi nyeri sendi karena asam urat, mencegah pilek. Selain itu, selasih juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan sistem syaraf. Selasih juga bermanfaat untuk melepaskan stres, sebagai aromatherapy, massage, spa, dan sebagainya. Banyaak, kaaann..

Kebaikannya Chiaseeds?

Beugh, ini lah akhirnya kenapa chiaseed digolongkan sebagai Superfood, kebaikannya segambreng banget! Chiaseeds memiliki kandungan yang jauh lebih SUPER dari hanya sekedar makanan! Oke, saya gak berlebihan. Scientific results said so, let’s count!

  • Kaya SERAT!! Sangking kaya-nya, mengonsumsi chiaseeds bisa mengakibatkan lambung jadi cepat kenyang dan bisa mengontrol napsu makan (ya iya laah, wong udah penuh lambungnya!). Akibatnya lagi, ya jelas dong, bisa mengontrol berat badan. Dan karena kekayaan serat ini, chiaseed juga bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan. Akibatnya pup jadi lebih lancar dan usus besar jadi lebih bersih serta racun jahat pun tidak mengendap. Etapi, karena kaya akan serat yang dapat larut, ia pun akan menghasilkan gas dan bikin perut terasa kembung. So, kalau mau ngonsumsi chia, mulai dari satu sendok kecil per hari dulu yaa, biar gak kaget.
  • Kaya akan Omega-3, paling tinggi kandungannya! Lebih tajir daripada kandungan Omega-3 pada Salmon. Tetapi kandungan Omega-3 nya Salmon lebih lengkap, di chia hanya ada satu dari empat asam lemak omega-3, yakni ALA (Alfa-Linolenatalpha-Linolenic). Omega 3 ini penting untuk perkembangan otak, menurunkan kolesterol jahat (LDL) sehingga meningkatkan kesehatan jantung, menjaga tekanan darah, mencegah peradangan, dan bisa mengatasi alergi dan depresi.
  • Biji Chia mengandung asam lemak tak jenuh dengan banyak rantai ganda yang bermanfaat untuk menurunkan resiko penyakit jantung koroner akibat banyak konsumsi makanan dengan asam lemak jenuh (kebanyakan ditemukan pada lemak hewan dan beberapa minyak nabati)
  • Mengandung sumber protein lengkap, semua asam amino penting yang mudah dicerna. Tapi karena proteinnya banyak maka mesti diimbangi ama olahraga juga yaa. Proteinnya chia juga gluten-free!
  • Kaya magnesium, lebih kaya dari brokoli (LIMA BELAS kali!!). Buat yang gak suka konsumsi sayuran brokoli, bisa kali yaa kebutuhan magnesiumnya diasup dari biji chia.
  • Kaya akan potassium atau kalium. Kalium ini salah satu mineral terbanyak di tubuh kita. Fungsi kalium banyak banget, diantaranya pembentuk sel, pembentukan organ dalam dan jaringan. Sebagai pembentuk sel, ia bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan jantung, otak, ginjal, dan kestabilan jaringan otot. Kalium berkhasiat untuk mencegah stroke, hipertensi, dan juga stress.
  • Kaya kalsium, lebih kaya dari susu. Serta mengandung mineral fosfor (phosphorous). Makanya, mengonsumsi chia baik untuk pembentukan dan penguatan gigi dan tulang, metabolisme tubuh, serta mencegah osteoporosis.
  • Mengandung triptofan, salah satu dari 9 asam amino esensial yang bermanfaat untuk membantu nafsu makan, tidur yang lebih berkualitas, juga mood yang baik.
  • Chia dapat mengontrol gula darah karena ia bisa memperlambat konversi karbohidrat menjadi gula. Sehingga energi dari makanan bisa terus dilepaskan dan menghasilkan daya yang lebih baik. Alih-alih jadi gula, eh malah jadi energi, sustainable energy! Bermanfaat banget juga nih buat yang diabetes atau terancam diabetes karena chia juga melawan resistensi insulin. Hal ini sekaligus juga mengurangi kadar kolesterol dalam darah, tentunya.
  • Gel chia bisa menghidrasi tubuh. Jadi, ga perlu khawatir dehidrasi abis mengonsumsi chia yaa J Nah, sifat gel yang bisa menjadi pengikat ini juga bermanfaat untuk mengikat toksin (racun jahat) dalam empedu dan usus untuk dibawa keluar. So, chia ini juga baik untuk proses detoksifikasi tubuh.
  • Bisa berfungsi sebagai antioksidan, membantu meredakan peradangan, mencegah kanker, sebagai anti-aging (healthy skin, hair, and nails), kaya zat besi dan vitamin C.

Jika biji selasih lebih dikenal pada manfaatnya untuk efek mendinginkan minuman atau menjadi peramai suatu hidangan, maka biji chia bisa digunakan untuk fungsi yang sama namun juga sekaligus sebagai energy booster. Well, keduanya punya manfaatnya masing-masing, sama-sama kaya, sama-sama membuat makanan kita menjadi lebih sehat! They are reffered to as “wonder foods” because both are whole and natural, with maximum nutrients and minimum calories.

chia oatmeal

chia parfait ala adzaniah.com :D

chia parfait ala adzaniah.com 😀

Kalau saya, paling suka menyampurkan chia pada smoothies, honey lemon, atau dibikin chia parfait. Yuk hidup lebih sehat! 😀

Jangan sampe kayak gini yaah, gaess... x))))

Jangan sampe kayak gini yaah, gaess… x))))

*diolah dari berbagai sumber

Menginap di LOB (Live On Board) bertabur gemintang di langit Flores

Kali ini saya mau bercerita pengalaman saya berlibur dengan tinggal di kapal di salah satu spot Indonesia Timur. Eh ini beda dengan tinggal di kapal cruise yang mewah seperti di film-film, atau tinggal di kapal ferry yang biasanya untuk menyeberang antar pulau lhoo…

Ini penampakan kapal LOB kami yang sedang bersandar di Pulau Gili Laba Darat

Ini penampakan kapal LOB kami yang sedang bersandar di Pulau Gili Laba Darat

Jadi, saya dan sepuluh kawan baru saya pernah ikutan open-trip menjelajah di kepulauan Komodo, Flores, NTT dengan menggunakan kapal LOB (Live On Board), di pertengahan 2014. Kapal yang digunakan sejenis pinisi mini. Kapal ini memiliki empat ruangan tidur, satu ruangan pengemudi/kapten, dua toilet, dan satu dapur, serta satu dipan serbaguna (bisa untuk santai, duduk-duduk, ruang makan bersama, kalau malam jadi tempat tidur para awak kapal), juga dek kapal yang bisa digunakan untuk bersantai, berjemur, maupun menikmati taburan gemintang di malam hari.

Kalau siang hari, kami biasa berkumpul di dipan panjang serbaguna ini..

Kalau siang hari, kami biasa berkumpul di dipan panjang serbaguna ini..

Kami, bersebelas, plus satu kapten dan tiga orang awak kapal, serta satu guide lokal tinggal bersama di satu kapal ini selama kurang lebih 4 hari tiga malam. Sebenarnya lebih pas disebut tiga hari tiga malam sih, karena hari pertama dan terakhir gak sampai setengah hari pun.

Sunset yang menyambut kami dalam petualangan LOB ini :)

Sunset yang menyambut kami dalam petualangan LOB ini 🙂

Ada beberapa aturan tinggal di kapal ini. Pertama, harus hemat air! Iya, kami mandi dengan air tawar yang khusus dibawa dari Labuan Bajo. Sementara itu, untuk urusan siram menyiram feses, kami menggunakan air laut. Sanking mesti berhemat air tawar banget, kami pun hanya mandi satu hari sekali saja, hahaha.. Jorok? Engga lah! Begini lho kira-kira aktivitas keseharian kami selama LOB: Bangun tidur, cuci muka, sikat gigi, ganti baju, sarapan, lalu trekking di pulau-pulau. Lalu balik ke kapal, bergerak lagi, dan nyebur ke laut. Naik ke kapal, makan, kapal bergerak ke spot lain, trus berenang lagi. Gitu terus sampai sore, baru deh mandi pake air tawar, hehehe…

Demi berhemat air tawar, mandi pun dilakukan di luar toilet, hahaha... x))

Demi berhemat air tawar, mandi pun dilakukan di luar toilet, hahaha… x))

Kedua, listrik hanya dinyalakan di waktu-waktu tertentu, yakni petang hingga dini hari. Dan karena listriknya menggunakan diesel maka aliran listriknya pun ga stabil. So, you better prepare yourself with powerbank. Jadi, nge-charge gadget dengan powerbank yang sudah dicharge semalaman pada listrik dari diesel itu. Lumayan lah kita bisa survive! Karena gadget smartphone ga banyak ngabisin batre juga karena di sana tuh signal jarang, hehehe… Ohiya, ga ada AC pun! Tapi tenang, ga butuh AC juga karena dengan buka jendela, angin cepoi-cepoi pun mampu meninabobokan kami.

Salah saut penampakan kamar mungil kami yang terletak di bawah dipan atas..

Salah satu penampakan kamar mungil kami yang terletak di bawah dipan atas..

Di ujung lorong itu adalah toilet mungil kami berukuran 50x50cm kayaknya, hehehe.. dan di pinggir ini lah kami menjemur pakaian renang kami

Di ujung lorong itu adalah toilet mungil kami berukuran 50x50cm kayaknya, hehehe.. dan di pinggir ini lah kami menjemur pakaian renang kami

Ketiga, be effective be efficient! Terutama juga soal tempat. Ini kapal memang kecil dan mestinya ya cukup menampung kami belasan orang. Tapi emang dasar orang kota biasa di tempat yang luas ya mesti adaptasi juga. Kamar tidur itu cukup untuk berdua. Artinya, cukup untuk dua orang tidur selonjoran, saja. Iya, ga bisa deh tuh kamu tidur dengan berbagai macam gaya, sempit cin! Kira-kira hanya 2m x 1m x 2 m. Untuk kamar saya, lebih sempit lagi karena diperuntukkan empat orang dengan tempat tidur tingkat. Saya kebetulan dapet kebagian tidur di kasur bawah, bangun tidur mesti pelan-pelan kalau ga mau kepala terbentur tempat tidur atas, hehehe…

Mau berfoto dengan view yang OK?! Wah, segambreng banget view bagus di mari... Motret ngasal juga jadinya WOW! :)

Mau berfoto dengan view yang OK?! Wah, segambreng banget view bagus di mari… Motret ngasal juga jadinya WOW! 🙂

Keempat, enjoy your trip! Seriously, ini pengalaman yang asik banget! Selain pemandangan yang ga abis-abis bikin terpana, udara yang segar, makanan buatan para awak kapal ini enak-enak banget! Entah berlebihan atau kami yang emang ga ada pilihan lain juga dan laper. Tapi kayaknya emang enak-enak banget ya. Ga melulu disuguhin makanan laut, seringnya malah makanan internasional. Ya, mungkin karena para awak kapal lebih sering punya client turis asing ketimbang lokal.

Beberapa makanan yang disajikan untuk makan malam

Beberapa makanan yang disajikan untuk makan malam

Beberapa makanan yang disajikan untuk makan malam

Beberapa makanan yang disajikan untuk makan malam

Selamat makan :)

Selamat makan 🙂

Kelima, always prepare for the worst case! Hmmm, this might be a very rare moment, but this happened to us. And we’ll never forget it! Kejadiannya pas di hari ketiga, sore-sore, lagi bengong antara capek abis trekking di dua tempat dan abis berenang juga, abis ngemil-ngemil lucu, kapal pun bertolak menuju Pulau Kalong. Ngejar sebelum sunset untuk dapetin momen kalong beterbangan dengan latar sunset gitu.

BRAK! Tiba-tiba kapal oleng, yang lagi pada bengong pun shock langsung cari pegangan, beberapa barang yang berada di atas dipan dan meja pun bergulingan ke satu sisi oleng kapal. Saya yang saat itu lagi megang DSLR milik saya bergegas memasukannya ke drybag saya, juga DSLR teman saya yang kebetulan posisinya dekat sekali dengan saya. Antisipasi kapal oleng dan kita mesti nyebur bersama barang-barang gak tahan air ini. Beberapa awak pun sibuk turun ke air dan kapten berusaha menyeimbangkan kapal dengan memberikan instruksi di sisi mana kami harus berdiri. Seisi kapal panik, well, at least, kami, si anak kota bersebelas ini jelas PANIK! Sementara kapten masih bisa hahahehe, juga para awak kapal terlihat biasa saja. Setelah kapal sedikit terkendali, kapten pun turun ke air. Oh my God! Kapal pun dinyatakan karam karena menabrak karang!

Well yess, kami pun mesti mengurangi beban kapal agar kapal bisa didorong menjauhi karang. Dan satu ember gentong besar berisi air tawar yang sudah kami hemat-hemat itu pun harus dibuang isinya. Huhuhu, cedih! Padahal ini malam terakhir untuk bisa agak puas menggunakan air tawar itu untuk mandi. Setelah kondisi kapal lumayan stabil, kami mencoba cari bala bantuan, dengan teriak-teriak dan melambaikan handuk ke arah kapal manapun yang terlihat di jangkauan mata kami. Singkat cerita, kapal karam kami berhasil diselamatkan oleh kapal daruratnya Black Manta (kapal LOB juga tapi yang kelas VVIP gitu, jauh lebih besar, mewah, gagah, cruise-nya Flores deh nih!).

Nah, itu ruangan sang kapten mengemudikan kapal

Nah, itu ruangan sang kapten mengemudikan kapal

Ketua rombongan kami, Mas Dito justru yang kelihatan paling panik. Ia pun bergegas menelpon pihak agen wisata yang berada di kota dan meminta agar kami bisa bermalam di Labuan Bajo saja sebagai pertanggungjawaban. Kejadian ini ternyata menyinggung sang kapten kapal, si orang Flores asli. Kami pun ditegur karena dianggap tidak memercayai dia dan timnya untuk bisa solve problem. Drama bergulir, kami diem-dieman, hahahaha… Tapi akhirnya mencair juga karena kami semua ternyata lapar x)))

Sungguh pengalaman yang ga bakalan terlupa deh… x)))

*All photographs courtesy of Mas Dito, Mba Fidia, Kak Anita, Kak Felona, and me.

Tips PDKT menggunakan tipe-tipe kepribadian ala MBTI (just for fun, gaess ;))

Untuk bisa menggunakan artikel ini buat deketin gebetan kamu, tentunya kamu harus tahu dulu nih, si dia tipe apa menurut Myers Briggs Type Indicator atau MBTI… Ya iya lah, hehehe… But anyway, don’t take it very serious on this yaa.. Seperti yang saya sebutkan di judul, it’s just for fun 😉

Kalau mau berhasil menarik perhatian gebetan ya usaha dong! Tapi jangan sampe bikin il-feel yaa 😉

Here we go!

ISFP: Be adventurous and playful and take an interest in them – then give them space to sort out their feelings and come to you.

ISFJ: Act like a superhero, but one who needs to be taken care of. They’ll jump at the chance to nurture your reckless spirit.

ISTP: Infiltrate their social circle, see them regularly, match their level of nonchalance and then put sex on the table.

ISTJ: Be bubbly enough to warm their hearts but scattered enough to imply that you need their help.

ENFP: Flirt with them once and then act completely unattainable. ENFPs love a challenge.

ENFJ: Act like the stereotypical bad boy/bad girl but show glimpses of deep emotion– they’ll clamor to figure you out and bring out the best in you.

ENTP: Challenge their logic and rebut their manipulative tactics.

ENTJ: Assure them that a relationship with you is a low-risk investment that will yield a sizeable emotional return. Be strong in your character, but not stronger than them.

ESFP: Look good, make it clear that you’re available and then just hang around for a while. Their natural ‘people curiosity’ will eventually drive them to come after you.

ESFJ: Be popular amongst your mutual peers but make it clear that you often forget to eat lunch or get enough sleep. They’ll lust obsessively after the chance to be the one who takes care of you.

ESTP: Act sweet, wide-eyed and impressed by everything that they do. Their ego will respond well to your fuel.

ESTJ: Have excellent hygiene and constantly tell them they’re right.

INFP: Act like you have a deep, brooding secret that you’re too guarded to reveal. The INFP will not sleep, eat or breathe until they’ve broken down your walls.

INFJ: Be one big, walking paradox. Look them deep in the eyes and tell them that you ‘Need them’ to help figure yourself out.

INTP: Take initiative. Take initiative again. Repeat until INTP notices your existence. Then take initiative again.

INTJ: Present them with a completely unprecedented way of thinking about something they were previously decided on. You’ll shake their foundation and win their admiration.

Sumber:

http://www.myersandbriggs.tumblr.com