“Ngenest” di penghujung 2015

Di penghujung tahun 2015 dapet kesempatan untuk menghadiri gala premiere film “Ngenest”. Film bergenre drama komedi yang diangkat dari trilogi buku “Ngetawain Hidup ala Ernest” ini dibintangi dan disutradarai sendiri oleh si penulisnya langsung Ernest Prakasa. Sebelum bergelut di dunia cinematografi, Ernest sendiri sudah lebih dulu terkenal sebagai seorang komika (Stand Up Comedian).
IMG_20151228_194826

“Terima kasih udah nonton film papa aku..”, ujar Sky sesaat sebelum pemutaran perdana film Ngenest

Film keluaran StarVision ini bercerita tentang keresahan Ernest sebagai seorang keturunan Cina. Sejak masa kecilnya, ia sering di-bully sekitarnya hingga meninggalkan trauma mendalam di diri Ernest. Ia pun bertekad untuk menikah dengan pribumi agar keturunannya tidak mengalami kepahitan yang ia rasakan sebagai keturunan Cina.

Menurut saya, ini adalah film Indonesia terbaik tahun 2015! Bagaimana tidak?! Alur cerita pas, tidak berlebihan. Pacing juga terasa pas, gak bikin ngantuk, sukses pula memainkan emosi penonton hingga mencapai klimaks. Perasaan sepanjang nonton pun campur aduk, dari senang, miris, kzl, sedih (sampai menitikan air mata!), sampai bahagia lagi.. Konten cerita juga disampaikan dengan sangat keren! Meski sarat komedi namun message utama keresahan Ernest tetap kental terasa. Saya bahkan bisa bilang this movie is really touchy!

Selepas nonton, Ernest dan keluarga stand by di pintu keluar studio (mungkin) untuk kasih kesempatan para penonton untuk bisa berinteraksi atau ngasi feedback langsung ke dia. Saya pun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Mungkin Ernest masih ingat. Saat itu saya bilang ke dia, “Filmnya bagus, saya jadi sedih!”

Ernest (mungkin) bingung, dia bilang, “Koq sedih? Seneng dong mestinya..”

*kebanyakan “mungkin” yaa.. biar samaan ama sontreknya gituu, hihihi… I love the soundtrack by The Overtunes as well!!!

IMG_20151228_192225

Nonton duluan sebelum rilis 30 Desember 2015 lalu 😉

Yang sebenarnya mau saya katakan tuh begini… Maaf ini agak spoiler buat yang belum nonton. Sepertiga (atau seperempat) bagian terakhir film ini adalah bagian terpenting, yang kalau eksekusinya buruk maka gak bakalan ninggalin kesan yang mendalam bahkan bikin penonton (at least gue) jadi sedih. Di bagian tersebut diceritakan kekalutan Ernest karena pasangannya (Meira) makin gencar minta dibuahi (aduh, diksi gue parah banget… ya gitu lah maksudnya.. ngerti kan) karena sudah tidak sabar ingin punya anak. Long short story, Ernest setuju kemudian diceritakan Meira hamil dan Ernest makin hari makin kalut menanti kelahiran buah hatinya (yang ada kmungkinan memiliki ciri fisik orang Cina). Entah ini beneran atau gak (di buku sih bagian kekalutan ini kayaknya ga ada yah kan yah?! Belum baca ulang nih saya) tapi nuansa efek bullying jaman masih muda itu berasa banget. Terlihat ekspresi keputusasaannya yang meskipun sudah berhasil nikah ama pribumi tapi masih ada juga kemungkinan anaknya memiliki ciri fisik keturunan Cina.

And that makes me sad!

Yang berkeliaran di kepala gue: “Gila ya, Bullying effect sampai segitunya banget!!” Rasanya pengen jitakin satu-satu bocah-bocah hingga orang dewasa yang hari gini masih aja ngebully orang lain hanya karena alasan beda suku, agama, ras, IQ, kelas sosial, dan alasan-alasan gak penting lainnya.

Trus bikin gue jadi pengen balik jadi so-called aktivis anti-bullying yang ngasih training ke sekolah-sekolah di bawah payung Yayasan Sejiwa atau Kampus Psikologi UI like the old days… Iya, nanti gue ceritain di postingan yang lain yah soal aktivitas gue ini. Sekarang kan lagi bahas soal film Ngenest! Hehehe..

Okeh, mari balik bahas filmnya.

Thanks to Arie Kriting yang katanya berperan untuk mengoptimalkan unsur-unsur komedi yang betebaran di film ini. Aselik, lucuknya asik.. Gak maksa and so natural!! Banyak ketawa lepas sepanjang nonton.

Talent lain yang juga saya acungi jempol adalah pasangan papa mamanya Meira (hahaha.. Ini mah luwar biyasaaakkk lucuknya!!), Acho (yang jadi dokter kandungan), Duo Awwe dan Adjisdoaibu (yang juga jadi host di pemutaran Perdana film ini..!!), dan juga komika komika lainnya.

Saya sih mau banget nonton film ini lagi di bioskop!

Anyway, selama pengalaman saya nonton Gala Premiere sejak Lima tahun terakhir… Ini event gala premiere yang niat, berkonsep, dan paling menghibur!! Hostnya yang semangat banget ngelawak terus sepanjang sebelum dan sesudah pemutaran. Kapan lagi ngantri keluar studio kelar nonton ditemani oleh dua host kocak…?!? Mevvaah!! *standing ovation to @Adjisdoaibu @awwe_

IMG_20151228_214215

Ngantre keluar studio gak pernah se-entertaining ini!! x))

Si Bintang utama, Ernest Prakasa sendiri dengan muka sumringah di dekat pintu keluar, asik berinteraksi dengan penontonnya. Juga yang gak kalah keren dan (menurut gue) Cina banget…. Souvenir Gala Premiere berupa Angpau merah mengkilat dengan logo film Ngenest. Ternyata isinya stiker, gantungan kunci, kalender mungil, dan magnet kulkas.. Semuanya berlogo promo film Ngenest. It’s a great strategy sik.. Ketimbang bagi-bagi kaos yang mungkin cuma dipake sesekali doang, itu pun dipake di rumah yang exposure promonya mungkin ga banyak. Mending stiker, gantungan kunci yang mungkin akan dipake dan lebih banyak orang yang liat. Murah dan tujuannya tercapai! Brilian… Me Likey!!

IMG_20151228_233943

Dapet angpau dari Ernest! 🙂

Oh my! Koq saya jadi rasis gini sik?!? Maaf yaa, Nest.. *toyor-toyor gue*

Advertisements

Happy first anniversary, my blog :)

Yeaaayy, satu tahun sudah saya eksis di dunia per-blog-an, khususnya di adzaniah.com ini. Thank you for all reader 🙂

Blog ini adalah komitmen saya untuk tetap menulis dan berbagi pengalaman. Biar makin komit, saya ambil paket berbayar, biar berasa rugi kalau tidak nge-blog, hehehe..). Target posting sebulan dua kali bisa dibilang tidak terlalu sukses karena mulai pertengahan tahun 2015, postingan pun makin jarang (bahkan kadang hanya me-repost postingan orang lain). I don’t want to blame my schedule, then, hahaha… Memang saya-nya saja yang makin jadi pemalas! *toyor*

Jadi inget tahun lalu, bikin akunnya aja pake didorong-dorong teman saya, Agungpuma (empunya ngobrolbasket.com dan ngobrolmotorcross.com). Thanks, dude!

Awalnya mau fokus di traveling,tapi seiring berjalannya waktu, topiknya pun melebar kemana-mana. Beberapa kali juga saya cek statistik akun saya ini, memang yang paling banyak dibaca justru topik umum non-traveling. Seperti postingan tentang transportasi online atau seputar Chia Seeds, atau review film ternyata jauh lebih disukai / lebih banyak dibaca. Readernya bisa mencapai ribuan.

Meski sudah tidak benar-benar fokus ke traveling saja, spiritnya sih sama, berbagi informasi.

Beberapa waktu lalu saya menemukan gambar ini beredar di Facebook saya (Kurang tahu originalnya dari siapa, jadi gak bisa kasih sumber fotonya, maaf..). Hmm, it’s steal my attention at that time! Dipikir-pikir (namanya juga anak T mentok, kebanyakan mikir memang sih.. hehehe..), bener juga sih.. Kalau saban momen pergantian tahun, biasanya kan mikir: Apa aja yang sudah berhasil dicapai (based on resolusi awal tahun), apa saja yang ga ada di resolusi tapi eh bisa tercapai juga, apa aja yang belum bisa tercapai dan butuh evaluasi agar bisa dicapai tahun depan.

0793df79-9058-4958-afe3-57500b837e4e-medium

As a J person, I do things based on what I’d targeted. Tapi sebagai orang yang pengen semuanya balance, saya berusaha fleksibel. Dalam arti, saya gak se-ambisius itu koq ngejar semua yang saya targetin, apalagi kalau target-target saya berhubungan dengan orang lain juga. Misalnya, nikah. Dulu sempet punya target bisa nikah sebelum usia 30. Sekarang, ketemu jodoh aja belum, ya sudah. Hal ini gak bikin saya bersikap “mau aja lah sama yang mau sama gue”. Intinya saya ga mau maksa, saya pemilih, dan saya pun berkompromi juga.

Helloooowh, saya nyari responden untuk penelitian saja, harus benar-benar pas dengan kriteria ideal. Padahal cuma buat responden selama beberapa jam saja lho. Nah, apalagi untuk nyari pasangan yang untuk selamanya? #eh

So, yess, I will be married when I am (and him, of course) really READY!

Untuk mencapainya, ya pantesin diri aja dulu. Sembari terbuka saja, jika ada yang ngajakin kenalan atau jalan bareng. Hey, jalan bareng berduaan itu bukan nge-date ya! In my definition, dating is when two persons are in romantic relationship. Iya, kalau sudah resmi pacaran, baru deh namanya nge-date.

Sembari gak ada pasangan, ya puas-puasin dulu lah punya banyak teman dari berbagai kalangan, ngabisin waktu dengan keluarga, melakukan hal-hal yang ingin dilakukan… Focus on making great memories with surroundings.

Sempat kepikiran untuk mencoba mewujudkan mimpi jaman dulu, kuliah lagi di luar negeri. Iya, dulu sempet pengen kuliah di Belanda (that’s why pernah ambil kuliah program studi Belanda di UI tahun 2003 silam). Kenapa Belanda? Saya juga tidak tahu awalnya. Sekarang baru realize banyak budaya di Belanda yang cocok dengan ke-ESTJ-an saya. Bisa makin saklek nih kalau sampai terwujud tinggal di sana, hehehe… Kumpulin modal dulu kali yah. Secara rencana nikah dan berkeluarga entah kapan bisa terwujud, duitnya bisa digunakan untuk yang lain dulu, mehehehe…

Above all, saya masih ngerasa kurang “memberi”. Tangan masih sering ada di bawah, ketimbang di atas. Terinspirasi dari Raya juga, sekarang kalau mau trip kemana-mana, saya usahakan bawa buku bacaan. Akan diusahain banget ketemu dengan penduduk lokal (terutama anak-anak).

Life paradox: Melipatgandakan senang-senang dengan cara berbagi senang-senang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Let’s do this!!

Well, thanks 2015! You gave me priceless experiences, mostly I’d never ever imagine.

For 2016, I would like to discover many skills by stepping outside my comfort zone, enjoying life, more grateful, and be happier.

Pantai Ular (Ngurtavur), Kei Island, Maluku

IMG_7984

Ngurtavur Beach

Pantai Ngurtavur, terletak di Pulau Warbal, Kepulauan Kei Kecil, Kab. Maluku Tenggara, Maluku, Indonesia. Pantai ini disebut juga sebagai Pantai Ular karena pantai ini memiliki gusung yang mengular sepanjang 2 km dengan lebar kira-kira 7 meter. Gusung ini baru bisa terlihat demikian saat kondisi air surut. Wisatawan dapat berjalan sepanjang gusung dan merasakan sensasi berjalan di tengah laut (karena kanan dan kirinya langsung pantai laut). Kawasan pantai Ngurtavur ini dalam setahun belakangan tertutup untuk wisatawan karena termasuk daerah yang dilindungi adat setempat. Tepat di pangkal pantai mengular dipasang sasi (janur, semacam penanda area adat yang terlarang dikunjungi).

IMG_7996

Sasi, penanda area adat yang terlarang dikunjungi

Sebenarnya wisatawan masih bisa berkunjung dan menikmati keelokan pantai Ngurtavur ini, tapi memang ada sejumlah prosedur yang perlu dilakukan, seperti meminta izin terlebih dahulu ke kepada desa dan ketua adat. Itulah yang kami lakukan saat mengunjungi pantai eksotis ini. Begini ceritanya…

Sejak dari pantai Ngurbloat, kami ingin sekali mengunjungi Pantai Ngurtavur. Padahal spot tersebut ga ada di paket itenarary kami, so kami harus menambah biayanya (most likely tour agent memang tidak akan memasukan spot ini ke paketnya karena ya itu tadi, area tersebut terlarang secara adat). Berbekal tekat kuat (cailaahhh….) dan kegigihan tour guide kami yang ingin memuaskan kliennya yang BM (banyak mau) ini, akhirnya berangkatlah kami ke pantai Ngurtavur. So much thanks yaaa Kakaban Trip team!! 😀

foto 3 kursi kondangan

Kapal yang membawa kami ke Pantai Ngurtavur lengkap dengan kursi kondangannya, hehehe…

DCIM104GOPRO

On our way to Ngurtavur Beach

Perjalanan kami pun sempat mengalami kendala. Lihat gambar di atas, yaps, itu penampakan kapal motor yang kami tumpangi, lengkap dengan kursi plastik bak di kondangan! Hahaha… tour guide kami ini emang juara untuk memuaskan kliennya mengarungi lautan kurleb satu jam. Tapi ternyata, gulungan ombak lumayan bikin khawatir di tengah jalan. Akhirnya, kami menepi ke sebuah pulau untuk ganti formasi duduk. Yaps, akhirnya kami belasan orang ini duduk di bawah, selonjoran. Kursi plastik bebas tugas, mr. boatman pun lebih tenang mengarungi lautan!

DCIM104GOPRO

Bye bye kursi kondangan…. Siap-siap dihantam ombak!!

Setelah hampir satu jam, kami pun tiba di pantai Ngurtavur. Kondisi saat itu, air masih pasang sehingga gusung mengular belum tampak. Tour guide lokal kami meminta agar kami tidak bermain terlalu jauh dulu, sementara ia akan pergi minta izin ke kepala desa dan ketua adat. Kami pun menurut, hanya berfoto-foto santai di area itu. Tak lama kami pun dihampiri oleh seorang warga. Aktivitas hahahehe dan fotafoto kami pun terhenti. Long short story, beliau menegur dan menasehati kami. Kami pun menurut, mendengarkan teguran, nasihat, dan cerita beliau. Beliau juga meminta kami untuk meminta izin terlebih dahulu ke kepala desa dan ketua adat, ya kami semua. Waduuuhh, ga boleh banget nih main-main dan potapoto di mari, pak?!?

IMG_5940

Warga yang menegur rombongan kami (sebelah kiri)

Untungnya tour guide lokal kami segera datang dengan mengantongi izin dari kepala desa dan ketua adat untuk kami mengeksplorasi pantai Ngurtavur. Yeaaayy! Bapak-bapak yang tadi menegur kami pun menjadi ramah, ia mengajak kami ke kapalnya yang penuh dengan rumput laut hasil panen. Saya dan beberapa teman mencicip rumput laut asli dari laut tersebut. Hmm, enak… Cuma yaa gitu, rasa air laut, hihihi…

IMG_7955

Rumput laut rasa air laut yang sangat otentik x))

Jam menunjukkan pukul 1 siang dan air belum juga surut. Kami pun memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Tak lupa mengajak si bapak tadi untuk piknik makan siang bersama kami. Makanan dan minuman dibawa dari Kei Kecil, karena di lokasi ini tidak ada yang jual makanan or semacamnya. Berhubung pulau dan pantai ini memang tidak dikondisikan sebagai area wisata, fasilitas umumnya pun minim seperti toilet. Jangan harap ada bilik dengan toilet yang minim. Bahkan ada biliknya (yang terbuat dari dedaunan) saja sudah bersyukur, hehehe.. di dalamnya ga ada toilet, ya kalau mau buang air ya di tanah saja langsung. Oia, jangan lupa juga bawa plastik untuk membawa sampah pribadi yaa… 😉

 

IMG_5946

Selagi menanti air surut

Setelah makan siang, saya bermain perahu kano, sementara beberapa teman ada yang sudah asik berfoto-foto dengan sasi, ada pula yang boci di pinggir pantai. Memang, menurut bapak yang menegur kami tadi, air biasanya surut pukul 3 siang hingga pukul 11 malam. Sementara, saat kami tiba di sana baru pukul 12 siang.

IMG_8158

Main kano for the first time! 😀

IMG_4443

De’ Tantes boci..

Kami pun mulai berjalan menyusuri gusung mengular saat air mulai surut di pukul 2 siang. Kami bertujuhbelas yang anak kota tulen ini pun bahagia banget bisa main di pantai Ngurtavur dan ngalamin sensasi jalan di antara dua sisi pantai. Pasirnya halus banget, ga perlu pake alas kaki, malah jadi berat atau beresiko hilang terbawa arus pantai. Sesekali, air membasahi kaki kami saat melintasi gusung yang agak rendah.

DCIM105GOPRO

Cantiiiiiik bangets………..pantainya <3<3

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Berjalan di tengah laut

Pemandangannya pun menakjubkan, pasir putih berpadu warna tosca air laut dan biru langit, ditambah ga ada orang lain lagi selain kami di sana. Kehadiran segerombolan burung Pelican Australia di pantai Ngurtavur ini pun menambah kebahagiaan kami. Ga setiap waktu, segerombilan Pelican Australia mampir ke Indonesia, khususnya ke pantai Ngurtavur ini.

IMG_8502

Pelican Australia aja senang ke Pantai Ngurtavur 🙂

DCIM108GOPROG5754842.

Group photo di ujungnya gusung Ngurtavur

Tak terasa, akhirnya kami pun sampai juga di ujung gusung pasir ini, saat itu waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima sore. Wah, cepat juga ya.. tak terasa kulit sudah menggosong dan kain pantai yang kami jemur di pulau pun sudah kering lagi. Kapal yang kami labuhkan di pinggir pulaupun menjemput kami di ujung gusung (Alhamdulillah yaa cin, ga perlu balik lagi jalan 2 kilo, hahaha…).

Well, it’s time to go back to pulau Kei Kecil. See ya, Pantai Ngurtavur!

IMG_8619

See ya!

Credit photo by  Rahadi Ari “Kakaban Trip”, Rahma Tarigan, Dito Hendrato, and my private collection. 

Chicago dan Quiet Car

Just read this blog from bersendiri.com
Ternyata ada yah, produk transportasi umum semacam Quiet Car, yang penumpangnya bisa menikmati keheningan dalam perjalanan. Saya baru tahu 🙂

Saya beberapa kali, tak disengaja tentunya, mengalami situasi seperti di dalam Quiet Car, terutama saat berkendaraan umum di jam gak sibuk dan gak ada anak kecil di dalam kendaraan umum tersebut. Yeah, dewasa ini orang-orang dewasa cenderung lebih senang bercengkerama dan berinteraksi melalui dunia maya, sekalipun dengan teman yang secara lokasi berada radius kurang dari 1-2 meter.

Terkadang saya merindukan masa sepuluh tahun lalu yang kita bisa ngobrol asik dengan orang (yang bahkan ga dikenal) seperjalanan di kendaraan umum. Tapi terkadang juga, saat sedang lelah dengan urusan duniawi, disapa atau ada orang nanya sesuatu kepada saya saja, saya males-malesan ngerespon karena terlalu asik dengan akun-akun media sosial saya.

Media sosial, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat…

bersendiri: (pergi) sendirian namun tidak kesepian

Saya tidak pernah tahu bahwa di dunia ini ada istilah ‘quiet car’ hingga perjalanan saya ke Chicago, musim semi 2014 lalu.  Setelah seharian mengellingi Chicago dan mengunjungi setiap tempat dalam daftar ambisius yang saya buat, saya hanya ingin duduk tenang di dalam kereta selama satu jam ke depan sambil meluruskan kedua kaki yang terasa kebas. Ketika saya mendekat ke kereta commuter yang akan  membawa saya pulang, saya melihat tulisan quiet car di gerbong yang saya masuki. Hmm? Quiet car? Sounds like a good idea. Sounds like the perfect ride for ‘bersendiri’.

Saya menatap penumpang sekeliling saya di dalam gerbong. Semua orang duduk diam dan tenang. Ada yang membaca buku, ada pula yang sibuk dengan gadget mereka.  Sebagian dari mereka bersandar pada dinding kereta sembari memejamkan mata ditemani dengan headphone di telinga. Tak ada yang bicara. Semua sibuk bersendiri. Aneh rasanya, Hening. Quiet car ini seperti mesin waktu yang masuk ke sebuah…

View original post 206 more words

Wake Me Up When September Ends

Konspirasi semesta dan izin Allah SWT yang membuat semua ini benar-benar terjadi. Eh, beneran terjadi ga sih nih?

Maka, penggalan lagunya Green Day tersebut jadi sangat relevan! Tolong bangunkan saya di akhir September ya. Saya perlu memastikan semua hal ini telah benar-benar menjadi nyata, telah benar-benar terealisasi. It’s too good to be true (or too bad, as well?!), rasanya. September Ceria, kata Mba Vina Panduwinata, hahaha… Alhamdulillaah 🙂

Yang kenal saya pasti tau kalau saya passionate banget kerja ngurusin event, pengeen banget kerja di bagian produksi di TV atau radio, atau di EO gitu. Seru banget pasti! Eh, sekarang I owned that! It’s way better bahkan living this passion with close buddies. Hope Organized by Kirana will runs smoothly and long-lasting (dan menghasilkan, tentunya, hehehe :))

image

Here we are!

Tahun lalu daftar les Inggris yang ternyata mahil bingits! Trus diademin si adek yang bilang “Tenang kak, investasi di pendidikan ga pernah merugi koq, ntar juga balik :)”. Saya hanya tidak menyangka, secepat ini.

image

With Matthew, WallStreet Head Master 😉

Pengen berkarir di MNC, and here I am, got and already signed that contract! Even for better position, better opportunity, greater challenge (pastinya!), and most important, it’s totally out of my comfort zone. Yes, I finally challenge myself, facing my fears!

image

Ibuku yang masih cakeepss ajah :*

Bulan September juga bulannya Ibu saya. Beliau menginjakkan usia ke 57. Sehat dan bahagia terus ya, Bu. Maafkan anakmu ini yang belum juga bisa memenuhi inginmu 😥

Halo Kota Ambon! Halo Kota Ambon!

Salah satu project pribadi saya, ingin keliling nusantara. Kali ini nambah satu provinsi lagi yang saya kunjungi. It’s out of my plan, actually. Tahun ini cuma ngerencanain leisure trip ke dua tempat saja, eksplor Kepulauan Derawan dan Pulau Weh di Aceh. Yaps, I’d had trip to Mollucas! Ambon City and Kei Kecil Island. Gosh! Can’t ask for more, rasanya… It was great experience! I already touched pasir paling halus in the world! Iya, itu ada di Indonesia, di Ngurbloat beach, tepatnya, meeenn!! Maluku adalah provinsi ke-22 yang saya datangi. Still 12 provinces to go, gaes!

Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil Main bareng ana-anak Panti Asuhan Solandres di Kei Kecil

Tapi Yang Maha Esa tetap memberikan ruang saya untuk terus berikhtiar, memberikan kesempatan pada saya untuk tetap bisa punya mimpi-mimpi lain untuk diwujudkan. Tetap menyeimbangkan dunia saya. Bahagia dan kepedihan memang tak bisa dipisahkan ya, hehehe… mungkin itu cara untuk tetap menjadi manusia, untuk tetap bisa merasa.

Ah, sabar saja. Rezeki tiap orang itu kan beda-beda bentuknya. Percaya saja. If something is destined for me, never in a million years it will be for somebody else.

Syukuri hari ini, bulan September ini, Alhamdulillaahhh 🙂

Semoga bahagia untuk keluarga saya, keluarganya, dan dirinya. Amin.

Jakarta, 30 September 2015

Bedanya chiaseeds (biji chia) dan biji selasih

Beberapa waktu lalu, saya dibuat bahagia oleh postingan seorang teman yang memamerkan foto “Her first chia drink” di Path. Pasalnya, beberapa hari lalu, ia mengontak saya nanyain tempat jualan chia seed. Ah, ternyata ini pengalaman pertamanya. Jadi teringat sekitar setahun lalu saat saya pun akhirnya berkenalan dengan biji chia dan kawan-kawannya ini. Awalnya saya pikir chia seed dan selasih itu sama. Ah, ini mah saya juga sering makan bersama minuman fruit cocktail, gumam saya saat itu.

chia parfait ala adzaniah.com :D

chia parfait ala adzaniah.com 😀

Ternyata saya bersama jutaan orang-orang yang awam superfood pernah mengalami kesalahkaprahan ini. CHIA ITU BERBEDA DARI SELASIH! Hahahahahaa…. X))))

chia juga bisa dicampur dengan honey lemon shot

chia juga bisa dicampur dengan honey lemon shot

Salvia Hispanica, atau lebih dikenal sebagai biji chia atau chiaseeds, merupakan tanaman yang ternyata masih satu keluarga lho dengan Mint.

Lha terus, bedanya apa sama biji selasih?

Pertama, dalam hal cara mengonsumsi. Selasih itu hanya bisa dikonsumsi setelah direndam dalam air selama beberapa waktu. Sedangkan, Chiaseeds bisa dikonsumsi dengan ditaburkan/dicampur ke yogurt, salad, pudding, jus, rawfood, bahkan ke nasi putih, atau hanya direndam ke air putih biasa selama beberapa saat untuk kemudian bisa dikonsumsi. Bahkan dengan dicampurkan dengan air, dengan konsistensi tertentu, gel chia bisa dijadikan pengganti telur untuk membuat kue atau puding.

Kedua, warna penampakan. Selasih itu warnanya ya hitam saja. Saat kena air, maka akan muncul selaput putih bening menyelimuti biji selasih. Kalau chiaseeds, ada yang berwarna hitam, abu-abu, coklat, dan putih. Saat terkena air, maka akan muncul selaput putih menyelimuti biji chia.

Ini penampakan gel chiaseeds yang direndam dalam air

Ini penampakan gel chiaseeds yang direndam dalam air

Ketiga, nah ini yang paling menarik nih, perbedaan dalam hal kandungan atau kebaikannya. Selasih itu ternyata banyak manfaatnya. Sudah sejak lama juga menjadi obat-obatan suku Ayurvedic dan pengobatan China. Berkhasiat untuk mengurangi sakit kepala, mengurangi nyeri sendi karena asam urat, mencegah pilek. Selain itu, selasih juga dapat digunakan untuk mengatasi gangguan sistem syaraf. Selasih juga bermanfaat untuk melepaskan stres, sebagai aromatherapy, massage, spa, dan sebagainya. Banyaak, kaaann..

Kebaikannya Chiaseeds?

Beugh, ini lah akhirnya kenapa chiaseed digolongkan sebagai Superfood, kebaikannya segambreng banget! Chiaseeds memiliki kandungan yang jauh lebih SUPER dari hanya sekedar makanan! Oke, saya gak berlebihan. Scientific results said so, let’s count!

  • Kaya SERAT!! Sangking kaya-nya, mengonsumsi chiaseeds bisa mengakibatkan lambung jadi cepat kenyang dan bisa mengontrol napsu makan (ya iya laah, wong udah penuh lambungnya!). Akibatnya lagi, ya jelas dong, bisa mengontrol berat badan. Dan karena kekayaan serat ini, chiaseed juga bermanfaat untuk memperlancar sistem pencernaan. Akibatnya pup jadi lebih lancar dan usus besar jadi lebih bersih serta racun jahat pun tidak mengendap. Etapi, karena kaya akan serat yang dapat larut, ia pun akan menghasilkan gas dan bikin perut terasa kembung. So, kalau mau ngonsumsi chia, mulai dari satu sendok kecil per hari dulu yaa, biar gak kaget.
  • Kaya akan Omega-3, paling tinggi kandungannya! Lebih tajir daripada kandungan Omega-3 pada Salmon. Tetapi kandungan Omega-3 nya Salmon lebih lengkap, di chia hanya ada satu dari empat asam lemak omega-3, yakni ALA (Alfa-Linolenatalpha-Linolenic). Omega 3 ini penting untuk perkembangan otak, menurunkan kolesterol jahat (LDL) sehingga meningkatkan kesehatan jantung, menjaga tekanan darah, mencegah peradangan, dan bisa mengatasi alergi dan depresi.
  • Biji Chia mengandung asam lemak tak jenuh dengan banyak rantai ganda yang bermanfaat untuk menurunkan resiko penyakit jantung koroner akibat banyak konsumsi makanan dengan asam lemak jenuh (kebanyakan ditemukan pada lemak hewan dan beberapa minyak nabati)
  • Mengandung sumber protein lengkap, semua asam amino penting yang mudah dicerna. Tapi karena proteinnya banyak maka mesti diimbangi ama olahraga juga yaa. Proteinnya chia juga gluten-free!
  • Kaya magnesium, lebih kaya dari brokoli (LIMA BELAS kali!!). Buat yang gak suka konsumsi sayuran brokoli, bisa kali yaa kebutuhan magnesiumnya diasup dari biji chia.
  • Kaya akan potassium atau kalium. Kalium ini salah satu mineral terbanyak di tubuh kita. Fungsi kalium banyak banget, diantaranya pembentuk sel, pembentukan organ dalam dan jaringan. Sebagai pembentuk sel, ia bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan jantung, otak, ginjal, dan kestabilan jaringan otot. Kalium berkhasiat untuk mencegah stroke, hipertensi, dan juga stress.
  • Kaya kalsium, lebih kaya dari susu. Serta mengandung mineral fosfor (phosphorous). Makanya, mengonsumsi chia baik untuk pembentukan dan penguatan gigi dan tulang, metabolisme tubuh, serta mencegah osteoporosis.
  • Mengandung triptofan, salah satu dari 9 asam amino esensial yang bermanfaat untuk membantu nafsu makan, tidur yang lebih berkualitas, juga mood yang baik.
  • Chia dapat mengontrol gula darah karena ia bisa memperlambat konversi karbohidrat menjadi gula. Sehingga energi dari makanan bisa terus dilepaskan dan menghasilkan daya yang lebih baik. Alih-alih jadi gula, eh malah jadi energi, sustainable energy! Bermanfaat banget juga nih buat yang diabetes atau terancam diabetes karena chia juga melawan resistensi insulin. Hal ini sekaligus juga mengurangi kadar kolesterol dalam darah, tentunya.
  • Gel chia bisa menghidrasi tubuh. Jadi, ga perlu khawatir dehidrasi abis mengonsumsi chia yaa J Nah, sifat gel yang bisa menjadi pengikat ini juga bermanfaat untuk mengikat toksin (racun jahat) dalam empedu dan usus untuk dibawa keluar. So, chia ini juga baik untuk proses detoksifikasi tubuh.
  • Bisa berfungsi sebagai antioksidan, membantu meredakan peradangan, mencegah kanker, sebagai anti-aging (healthy skin, hair, and nails), kaya zat besi dan vitamin C.

Jika biji selasih lebih dikenal pada manfaatnya untuk efek mendinginkan minuman atau menjadi peramai suatu hidangan, maka biji chia bisa digunakan untuk fungsi yang sama namun juga sekaligus sebagai energy booster. Well, keduanya punya manfaatnya masing-masing, sama-sama kaya, sama-sama membuat makanan kita menjadi lebih sehat! They are reffered to as “wonder foods” because both are whole and natural, with maximum nutrients and minimum calories.

chia oatmeal

chia parfait ala adzaniah.com :D

chia parfait ala adzaniah.com 😀

Kalau saya, paling suka menyampurkan chia pada smoothies, honey lemon, atau dibikin chia parfait. Yuk hidup lebih sehat! 😀

Jangan sampe kayak gini yaah, gaess... x))))

Jangan sampe kayak gini yaah, gaess… x))))

*diolah dari berbagai sumber